Politik
Kapolda Kaltim, Irjen (Pol) Safaruddin ikut Pilkada 2018 (Ist)

JAKARTA- Indonesia Police Watch (IPW) memberi apresiasi terhadap keberanian sejumlah jenderal polisi untuk ikut Pilkada Serentak 2018. Keberanian itu wujud dari rasa percaya diri yang tinggi yang sekaligus bisa menguji apakah Polri sudah dipercaya publik atau belum. Demikian Neta S. Pane, Ketua Presidium Ind Police Watch kepada Bergelora.com di Jakarta, Kamis (21/12). Dari pendataan IPW semula ada 12 perwira Polri, baik yang sudah pensiun maupun yang masih aktif, berniat ikut dalam Pilkada Serentak 2018.

“Namun dalam perkembangannya jumlahnya melorot karena tidak percaya diri dan tidak mendapat dukungan partai,” katanya.

Meski begitu menurutnya dalam Pilkada Serentak 2018 ini diperkirakan jumlah perwira Polri yang akan mengikuti ajang pemilihan kepala daerah itu jauh lebih banyak dibandingkan dengan pilkada tahun tahun sebelumnya.

“Namun anehnya, sebagian besar jenderal polisi yang akan ikut pilkada itu masuk dengan  menggunakan "kendaraan" PDIP. Apakah ini karena faktor kedekatan tokoh Polri Jenderal (Purn) Budi Gunawan dengan PDIP atau karena partai banteng itu memang membutuhkan figur figur polisi yang dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Terlepas dari semua itu menurutnya, Pilkada Serentak 2018 memang menjadi fenomena yang menarik dan patut dicermati, terutama tentang profesionalisme dan netralitas berbagai pihak.

“Menariknya lagi, jika para jenderal polisi itu berhasil memenangkan pilkada di berbagai daerah, tentunya akan semakin banyak kepala daerah dari unsur kepolisian,” katanya.

Ia mengingatkan, di era Orde Baru kepala daerah banyak dari unsur militer maka di era Reformasi kepala daerah banyak dari unsur kepolisian. Memang tak mudah bagi para jenderal polisi itu untuk memenangkan pilkada, apalagi sebagian dari mereka harus bertarung dengan incumben, sementara sosialisasi yang mereka lakukan masih minim. S

“Sebab itu dari sekian banyak jenderal polisi yang ikut pilkada, IPW hanya melihat satu figur jenderal polisi yang berpeluang besar untuk memenangkan pilkada, yakni di Kalimantan Timur,” katanya.

Dari pendataan IPW hingga saat ini baru tiga daerah yang benar-benar serius pilkadanya akan diikuti jenderal polisi, yakni Maluku, Kalimantan Timur, dan Cirebon. Selebihnya masih mengambang.

“Dengan banyaknya jenderal polisi yang ikut pilkada, IPW berharap institusi Polri dan jajaran kepolisian tetap netral dan profesional serta tidak ada pemihakan, sehingga kemenangan para jenderal polisi itu di pilkada akan semakin membanggakan dan bisa benar benar menjadi tolok ukur kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian,” katanya.

Ia menegaskan, jika jajaran kepolisian tidak netral dikhawatirkan muncul hal-hal negatif terhadap institusi Polri. Selain itu bukan mustahil ketidaknetralan tersebut bisa memicu konflik di akar rumput. (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh