Politik
Laksamana Madya (purn) Dr. Eko Djalmo Asmadi, Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan, Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya, Kementerian Kelautan Dan Perikanan (KKP). (Ist)

JAKARTA- Sebagai negara maritim dengan strategi menjadi poros negara maritim dunia sudah saatnya secepatnya mencetak sebanyak-banyaknya tenaga ahli dan tehnik kemaritiman. Untuk itu memperkuat kembali pendidikan maritim yang akan mengisi strategi jangka panjang Republik Indonesia sudah menjadi kebutuhan mendesak. Demikian Laksamana Madya (purn) Dr. Eko Djalmo Asmadi, Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan, Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya, Kementerian Kelautan Dan Perikanan (KKP) kepada Bergelora.com di Jakarta, Selasa (26/12).

“Untuk mendukung poros maritim sangat diperlukan Poltehnik Maritim Negeri. Walau terlambat, tapi daripada tidak,  tetap harus ada,” demikian ujarnya

Menurutnya, karena sangat dibutuhkan maka, agar konsisten antara pendidikan dan kebutuhan, sudah waktunya pendidikan Politehnik Maritim Negeri itu dikelola oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub)

“Hanya saja pengelolaannya sebaiknya pembinaan satu atap di Kemenhub, agar setamat sekolah para alumni bisa langsung bekerja tetap diprofesinya. Agar tidak alih profesi menjadi bankir, petani atau profesi lain yang tdk bersentuhan dengan maritim.

Sebelumnya dilaporkan, Direktur Jenderal (Dirjen) Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Prof. Intan Ahmad, Ph.D. melaksanakan penutupan kegiatan PKBMI dalam rangka mendukung Nawacita 2017, bertempat di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, Sabtu (23/12) lalu. Kegiatan ini setelah pelayaran mulai tanggal 20-22 Desember, dari Pangkalan Koarmatim Surabaya, KRI Banjarmasin-592 yang mengangkut 636 Mahasiswa peserta Pelayaran Kebangsaan Bela Negara Mahasiswa Indonesia (PKBN MI) tiba di Jakarta.

Dalam amanat Dirjen Kemenristekdikti menyampaikan bahwa, seiring perkembangan zaman abad 21 yang dikenal sebagai abad informasi dan era globalisasi tantangan paling nyata bagi Indonesia saat ini adalah persaingan kehidupan yang semakin luar biasa, menyentuh hamper seluruh aspek kehidupan manusia, tak terkecuali ideologi, ekonomi, politik, sosial budaya, pertahanan keamanan, dan lainnya.

“Sebagai interopeksi, kita menyadari keberhasilan bangsa ini adalah karena tumbuhnya nilai-nilai yang melandasi membaranya semangat bela negara, yaitu rasa cinta tanah air, disertai rasa percaya diri sebagai bangsa besar yang berkeinginan kuat untuk meningkatkan daya saingnya, menyejajarkan diri dengan bangsa-bangsa majudan IPTEK dunia, serta kesadaran yang tinggi untuk membebaskan diri dari kebodohan, keterbelakangan, kemiskinan dan ketidakadilan,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Dirjen Kemenristekdikti mengatakan selama empat hari Mahasiswa PKBN MI telah melaksanakan kegiatan Pelayaran Kebangsaan Bela Negara di KRI Banjarmasin-592.

“Kalian mendapatkan pendidikan dan pengalaman yang luar biasa, antara lain, karena para Mahasiswa merupakan perwakilan dari seluruh pelosok Indonesia, program ini telah turut berkontribusi terhadap peningkatan kohesi sosial dan pemahaman tentang keragaman Bangsa Indonesia, untuk menjadi Negara yang maju dan sejahtera,” ujarnya. (Web Warouw)

 

Mendesak Dibutuhkan Poltehnik Maritim Negeri Satu Atap

JAKARTA- Sebagai negara maritim dengan strategi menjadi poros negara maritim dunia sudah saatnya secepatnya mencetak sebanyak-banyaknya tenaga ahli dan tehnik kemaritiman. Untuk itu memperkuat kembali pendidikan maritim yang akan mengisi strategi jangka panjang Republik Indonesia sudah menjadi kebutuhan mendesak. Demikian Laksamana Madya (purn) Dr. Eko Djalmo Asmadi, Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan, Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya, Kementerian Kelautan Dan Perikanan (KKP) kepada Bergelora.com di Jakarta, Selasa (26/12).

“Untuk mendukung poros maritim sangat diperlukan Poltehnik Maritim Negeri. Walau terlambat, tapi daripada tidak,  tetap harus ada,” demikian ujarnya

Menurutnya, karena sangat dibutuhkan maka, agar konsisten antara pendidikan dan kebutuhan, sudah waktunya pendidikan Politehnik Maritim Negeri itu dikelola oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub)

“Hanya saja pengelolaannya sebaiknya pembinaan satu atap di Kemenhub, agar setamat sekolah para alumni bisa langsung bekerja tetap diprofesinya. Agar tidak alih profesi menjadi bankir, petani atau profesi lain yang tdk bersentuhan dengan maritim.

Sebelumnya dilaporkan, Direktur Jenderal (Dirjen) Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Prof. Intan Ahmad, Ph.D. melaksanakan penutupan kegiatan PKBMI dalam rangka mendukung Nawacita 2017, bertempat di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, Sabtu (23/12) lalu. Kegiatan ini setelah pelayaran mulai tanggal 20-22 Desember, dari Pangkalan Koarmatim Surabaya, KRI Banjarmasin-592 yang mengangkut 636 Mahasiswa peserta Pelayaran Kebangsaan Bela Negara Mahasiswa Indonesia (PKBN MI) tiba di Jakarta.

Dalam amanat Dirjen Kemenristekdikti menyampaikan bahwa, seiring perkembangan zaman abad 21 yang dikenal sebagai abad informasi dan era globalisasi tantangan paling nyata bagi Indonesia saat ini adalah persaingan kehidupan yang semakin luar biasa, menyentuh hamper seluruh aspek kehidupan manusia, tak terkecuali ideologi, ekonomi, politik, sosial budaya, pertahanan keamanan, dan lainnya.

“Sebagai interopeksi, kita menyadari keberhasilan bangsa ini adalah karena tumbuhnya nilai-nilai yang melandasi membaranya semangat bela negara, yaitu rasa cinta tanah air, disertai rasa percaya diri sebagai bangsa besar yang berkeinginan kuat untuk meningkatkan daya saingnya, menyejajarkan diri dengan bangsa-bangsa majudan IPTEK dunia, serta kesadaran yang tinggi untuk membebaskan diri dari kebodohan, keterbelakangan, kemiskinan dan ketidakadilan,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Dirjen Kemenristekdikti mengatakan selama empat hari Mahasiswa PKBN MI telah melaksanakan kegiatan Pelayaran Kebangsaan Bela Negara di KRI Banjarmasin-592.

“Kalian mendapatkan pendidikan dan pengalaman yang luar biasa, antara lain, karena para Mahasiswa merupakan perwakilan dari seluruh pelosok Indonesia, program ini telah turut berkontribusi terhadap peningkatan kohesi sosial dan pemahaman tentang keragaman Bangsa Indonesia, untuk menjadi Negara yang maju dan sejahtera,” ujarnya. (Web Warouw)

Add comment


Security code
Refresh