Politik
AM Hendropriono (Ist)

JAKARTA-  Siapapun lawannya, hampir bisa dipastikan Presiden Joko Widodo akan terpilih lagi dalam Pemilu 2019. Sehingga pertarungan yang menentukan nantinya adalah menentukan Wakil Presiden Joko Widodo untuk massa kerja 2019-2024. Posisi ini sangat strategis karena pada Pemilu 2024 nanti, Wakil Presiden ini lah yang akan menggantikan Presiden Joko Widodo untuk memimpin Indonesia dimasa depan.

Tentu bukan hanya Presiden Jokowi tapi segenap rakyat Indonesia harus hati-hati memilih Wakil Presiden Jokowi pada Pemilu 2019 nanti. Karena jangan sampai justru memilih wakil yang justru akan menarik mundur kemajuan-kemajuan yang sudah dicapai oleh pemerintahan Presiden Jokowi. Ini mungkin yang akan bikin lawan dan pembenci Jokowi kejang-kejang lagi.

Kolumnis media sosial Denny Siregar menulis editorial dalam situsnya, www.dennysiregar.com, tentang penerawangan Siapa wakil Presiden Joko Widodo Pada 2019” yang akan sampaikan oleh intelejen senior AM Hendropriono pada 29 Desember, Pukul 13.00-16.00. Undangan terbuka untuk umum bisa diambil di Mabes PKPI, Jalan Diponegoro 63 Menteng, Jakarta Pusat

“Yang menarik bagi saya dari undangan itu adalah pembicaranya AM Hendropriyono. Kita sudah kenal nama itu dan sepak terjangnya dalam perpolitikan di Indonesia. Pak Hendro adalah seorang Jenderal sekaligus seorang Profesor di bidang Intellijen,” demikian Denny Siregar editorial Selasa (26/12) dan dimuat Bergelora.com.

Denny punya pandangan sendiri tentang prestasi kerja intelejen Hendropriono selama ini.

Presiden Jokowi di Bali, Desember 2017 (Ist)

“Saya senang memanggilnya sang Don, yang jika merujuk istilah mafia adalah seorang Godfather. Gayanya memang mirip seorang Don, dingin dan misterius dengan nama yang menakutkan bagi banyak orang yang tidak mengenalnya. Saya belajar banyak dari beliau tentang cara mengamati situasi dan mengaitkan pola-polanya,” katanya.

Denny mengingatkan, Hendropriono  pernah mengatakan bahwa sesudah Osama bin Laden berjanji akan memerangi Amerika, maka gerakan terorisme global akan menyerang banyak negara

“Sebulan kemudian, meledaklah WTC di tahun 2001,” katanya.

Hendropriono menurutnya juga pernah memprediksi akan muncul terorisme di Poso - karena banyaknya kegiatan pelatihan militer gelap di sana, dan akan terjadi bom besar di Bali yang dilakukan Jamaah Islamiyah, salah satu jaringan Al Qaeda.

“Dan prediksinya banyak menjadi kenyataan,” ingatnya.

Pada pertemuan awalnya dengan Jokowi, Hendropriyono begitu kesengsem dengannya. Ia lalu menghubungi Taufik Kiemas (alm) untuk mencalonkan Jokowi sebagai Cagub DKI.

“Meski banyak yang meragukan prediksinya, ternyata pak Hendro benar. Jokowi pun menang...,” katanya.

Dua bulan sesudah Jokowi dilantik menjadi Gubernur, Hendropriyono menulis di Kompas, “Presiden 2014, muda dan non militer”. Prediksinya pun benar lagi. Jokowi menjadi Presiden.

“SIAPA PENDAMPING JOKOWI?” adalah pertanyaan terbesar dari banyak orang, dan semoga bisa terjawab sekaligus untuk melihat bagaimana insting intelijen seorang Jenderal dan Profesor di bidang intelijen bekerja.

“Menambah ilmu sekaligus mencoba mendapatkan keping puzzle akan apa yang terjadi di depan nanti,” ujarnya. (Web Warouw)

 

Add comment


Security code
Refresh