Politik
Presiden Jokowi didampingi Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar menggunakan eskalator saat menuju Stasiun Kereta Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (2/1) siang. (Ist)

JAKARTA- Ada yang tidak biasa yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam peresmian Kereta Bandara Soekarno Hatta dan saat menjajal kereta tersebut dari Stasiun KA Soekarno Hatta menuju Stasiun Sudirman Baru, Jakarta, Selasa (2/1) siang.

Selain berpenampilan sangat sporty, menggunakan kaos lengan panjang warna merah maroon dan ber-sneaker merah bata, Presiden Jokowi dalam acara tersebut selain didampingi sejumlah menteri Kabinet Kerja, juga didampingi oleh Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Bahkan saat menjajal kereta tersebut, Muhaimin duduk di kursi tepat di samping Presiden Jokowi.

Terkait penampilannya yang sporty, Presiden Jokowi mengatakan, karena acaranya naik kereta maka dirinya memilih busana tersebut.

“Masak kita ke stasiun ke bandara suruh pakai jas,” tegasnya.

Sementara mengenai kehadiran Muhaimin Iskandar, Presiden Jokowi mengaku sudah lama tidak bertemu dengan Ketua Umum PKB itu.

“Ya saya lama dengan beliau ini enggak ketemu, terus kemarin saya telepon saya ajak bertemu di Bandara saja sambil naik kereta bandara, gitu,” terang Presiden.

Artinya memang direncanakan?

“Ya direncanakan, kan saya telepon beliau,” ucap Presiden.

Adapun mengenai obrolan dirinya dengan Muhaimin, Presiden mengaku mengobrol soal kereta dan hal lain.

Soal politik?

“Tanya Cak Imin,” jawab Presiden.

Kemudian Jokowi juga menanggapi pertanyaan apabila Cak Imin menjadi cawapres dari dirinya sendiri di Pemilu 2019.

"Bagus," tanggap Jokowi senyum-senyum.

Di sampingnya, Cak Imin nampak tersenyum. Sebelumnya, sejumlah dukungan kepada dia untuk menjadi cawapres memang sudah muncul.

Integrasi

Soal Integrasi Transportasi

Kepada Bergelora.com dilaporkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, konsep makro pembangunan Kereta Bandara Soekarno Hatta adalah terintegrasi semuanya. Jadi, ada busway, kereta ringan atau light rail transit (LRT), kereta cepat massal atau mass rapid transit (MRT), kereta bandara, ke depannya juga ada kereta cepat.

“Semuanya memang di dalam desainnya terintegrasi. Kalau sudah selesai. Ya inikan satu-satu diselesaikan. Kereta bandara dulu rampung,  nanti  LRT 2019 selesai, MRT yang dari selatan ke utara rampung, ini satu-satu,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai menjajal Kereta Bandar Udara Soekarno-Hatta, di Stasiun Sudirman Baru, Jakarta, Selasa (2/1) siang.

Kepala Negara menegaskan, bahwa transportasi massal, transportasi umum yang nyaman, aman, tepat waktu memang harus untuk Jadebotabek, karena kemacetan setiap tahun menghabiskan anggaran Rp67 triliun.

Mengenai Kereta Bandara Soekarno Hatta sendiri, Presiden Jokowi menilai keretanya bagus, nyaman, yang paling penting tepat waktu, 55 menit sampai.

Soal pembayaran nontunai, Presiden mengingatkan, harus dimulai baik pakai kartu kredit, baik pakai e-money, semuanya ke depan. “Meskipun masih ada disediakan ada counter untuk pembeli pre paid-nya. Ini enggak apa-apa, tapi suatu saat semuanya harus pakai,” ujarnya.

Adapun tentang tarif yang kini sebesar Rp70.000 sekali jalan, menurut Presiden Jokowi, ini masih dihitung. Presiden berharap angka Rp70.000 itu bisa dipertahankan.

“Tapi masih dihitung semuanya karena kita ini kan bukan hanya urusan membangun kereta ke bandara tetapi juga kita ingin mengalihkan mobil-mobil pribadi supaya mau menggunakan transportasi massal kita. Bisa saja nanti subsidi dari pemerintah Provinsi DKI, kenapa tidak,” tukas Presiden Jokowi. (Enrico N. Abdielli)

Add comment

Security code
Refresh