Politik
pemandangan jalanan yang dibiarkan rusak di beberapa daerah Lampung (Ist)

BANDAR LAMPUNG- Merosotnya indeks kebahagiaan rakyat menjadi peringkat 31 dari 34 Provinsi menempatkan Lampung dalam urutan ke-4 yang paling tidak bahagia se-Indonesia, sesuai Data BPS 2017, merupakan hal yang wajar. Hal ini disampaikan oleh Johny Fadli dari Partai Rakyat Demokratik (PRD) Provinsi Lampung kepada media di Bandar Lampung, Rabu (7/2).

“Wajarlah gak bahagia. Jadi, gubernur, jam 1 siang baru masuk kantor. Semua bawahan mengeluh, dia gak pernah ikut rapat apalagi upacara pagi,” ujarnya.

Menurutnya, Lampung sebenarnya sebuah wilayah yang kaya potensi alamnya sehingga menarik minat investor dari berbagai negara. Ini merupakan kesempatan baik bagi pemerintah Lampung untuk mendorong roda perekonomian diberbagai wilayah.

Johny Fadli menyampaikan Lampung membutuhkan seorang gubernur yang bisa menjadi contoh yang baik bagi birokrasi dibawahnya. Agar dapat menggerakkan roda ekonomi, pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Tapi investor yang tertarik membangun Lampung harus nunggu lama gubernur ngantor,” demikian Johny mengutip pengusaha tersebut.

Pembangunan di Lampung selama 5 tahun belakangan ini menurut Johny Fadli adalah proyek dan program pemerintah pusat dan kabupaten atau kota, tapi diklaim sebagai program Pemerintah Provinsi.

“Sebaliknya Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat lebih dari Rp 200 Milyar yang seharusnya didistribusikan ke 15 kabupaten kota di seluruh Lampung 2 tahun ditahan, entah untuk apa,” ujarnya.

Menurutnya rakyat Lampung dimasa depan membutuhkan seorang pemimpin yang bisa jadi Gubernur bisa meningkatkan kesejahtaraan rakyat secara adil dengan cara menggerakkan sektor ekonomi disemua tingkatan.

“Untuk itu dibutuhkan seorang gubernur yang rajin, berani dan punya pengalaman dalam mengelola sektor ekonomi. Kalau ekonomi tumbuh, kesejahteraan merata sampai di desa-desa, maka indeks kebahagiaan rakyat akan melesat naik. Pilkada 2018 adalah kesempatan bagi rakyat untuk memilih pemimpinnya yang baru,” tegasnya.

Pilkada Lampung 2018 akan diikuti empat pasangan calon yang maju yaitu Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim,  Herman HN-Sutono, Mustafa-Jajuli dan gubernur petahana Muhammad Ridho Ficardo-Bachtiar Basri.

Data BPS

Kepada Bergelora.com dilaporkan sebelumnya ia menyoroti data Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, rakyat Lampung selama tiga tahun ini semakin tidak bahagia bila dibandingkan dengan rakyat di Provinsi lain di Indonesia.

Pada tahun 2014, Indeks Kebahagiaan Lampung peringkat 25 dari 33 Provinsi, urutan ke-10 yang paling tidak bahagia se-Indonesia

Data BPS 2017 membuat kaget kita semua, bahwa Indeks Kebahagiaan Lampung merosot pada peringkat 31 dari 34 Provinsi. Jadi Lampung urutan ke-4 yang paling tidak bahagia se-Indonesia.

“Ternyata tiga tahun ini Rakyat Lampung semakin tidak  bahagia, dibandingkan saudara-saudara kita di provinsi lainnya,” ujar Johny Fadli

Menurut BPS Lampung, Indeks Kebahagiaan Lampung tahun 2017 yang dihitung dengan menggunakan Metode 2014, lebih rendah dibanding tahun 2014. Pada tahun 2017 sebesar 67,82 sedangkan pada tahun 2014 sebesar 67,92. Dengan demikian, telah terjadi penurunan indeks sebesar 0,10 poin.

Indeks Kebahagiaan Lampung tahun 2017 sebesar 69,51. Besarnya indeks masing-masing dimensi penyusun Indeks Kebahagiaan Lampung, yaitu: (1) Indeks Dimensi Kepuasan Hidup sebesar 69,69, dengan masing-masing Subdimensi Kepuasan Hidup Personal sebesar 63,54 dan Subdimensi Kepuasan Hidup Sosial sebesar 75,84; (2) Indeks Dimensi Perasaan (Affect) sebesar 67,43; dan (3) Indeks Dimensi Makna Hidup (Eudaimonia) sebesar 71,24. Seluruh indeks diukur pada skala 0-100. (Salimah)

Add comment


Security code
Refresh