Politik
Grace Natalie, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) (Ist)

JAKARTA- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) siap mengajukan Grace Natalie, Ketua Umum PSI untuk mendampingi Presiden Joko Widodo sebagai Wakil Presiden. Karena Indonesia dimasa depan membutuhkan kepemimpinan anak muda dan seorang perempuan yang berani, cerdas dan pembela Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila. Hal ini ditegaskan oleh Bobby Firmansyah, Sekretaris PSI Sulawesi Tengah kepada Bergelora.com di Palu saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (27/2) ditanyakan keberanian PSI untuk mencalonkan ketua umumnya mendampingi Presiden Jokowi untuk periode 2019-2024.

“Kenapa takut. Kami memang merencanakan Ketua Grace untuk dampingi Presiden Jokowi. Karena yang lain tidak akan mampu,” tegas  Bobby.

Ia memaparkan, bahwa Indonesia pasca 2024 harus dipimpin oleh anak-anak muda yang harus maju sejak saat ini. Karena hanya pada generasi muda lah, Indonesia bisa lebih maju berhadapan dengan negara-negara lain.

“Walaupun baru, tapi dalam politik nasional Grace Natalie adalah simbol dan perwakilan anak muda jaman now yang mengerti keinginan generasinya yang akan tampil 5 sampai 10 tahun kedepan. Yang lainnya silahkan minggir, karena sudah kedaluwarsa,” tegasnya.

Bobby Firmansyah, Sekretaris PSI Sulawesi Tengah (Ist)

Bobby juga menyerukan agar angkatan muda seusia Grace Natalie jangan ragu untuk mengambil sikap dan berperan dalam Pemilu 2019 nanti. Agar Indonesia punya ribuan bahkan jutaan pemimpin muda yang siap menggantikan generasi sebelumnya.

“Untuk itulah PSI didirikan. Kami mengajak semua anak muda yang progresif, revolusioner, nasionalis, cinta Pancasila dan Kebhinneka tunggal ika-an untuk segera bergabung dalam barisan PSI. Jangan terlambat,” tegasnya.

Bobby menjelaskan, selain mencalonkan Grace Natalie sebagai calon akil Presiden mendampingi Presiden Jokiwi, saat ini PSI sedang mempersiapkan calon-calon legislatif dari seluruh kota, kabupaten dan provinsi diseluruh Indonesia.

“Pendaftaran gelombang kedua sudah dibuka sejak tanggal 20-31 Maret 2018. Rekrutmen terbuka bagi siapa saja yang penting tidak pernah terindasi tindak pidana korupsi dan anti intoleransi,” ujarnya.

Rekrutmen Caleg

Dalam rekrutmen tersebut jelasnya, PSI tidak akan memungut mahar dari para calon anggota legislatif seperti yang biasa dilakukan oleh partai-partai lainnya.

“Para bacaleg diuji kompetensinya tentang platform politik PSI yang anti korupsi dan anti intoleransi serta pemahamanannya tentang kedaulatan ekonomi,” jelasnya.

Untuk di Sulawesi Tengah Bobby menjelaskan, PSI telah menyiapkan beberapa nama untuk menjadi juri panelis independen seperti; Dewi Ratna Amir, aktifis perempuan, Ariyanto Sangadji, mantan dosen Fisip Universitas Tadulako dan pendiri Yayasan Tanah Merdeka (YTM), Ady Priyanto tokoh gerakan pemuda dan beberapa aktivis lainnya.

“Uji kompetensi bacaleg akan dilaksanakan dari 14 sampai 15 April 2018. Diikuti ribuan anak muda. Sebagian besar anak muda,” jelasnya.

Tentang legislatif, Bobby Firmansyah berkeyakinan bisa merebut 7 kursi untuk DPR-RI dari dapil Sulawesi Tengah (Web Warouw)

 

Add comment

Security code
Refresh