Politik
Ribuan hektar sawah di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Lampung masih terendam banjir. (Ist)

BANDAR LAMPUNG- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung telah berkomitmen untuk mewujudkan ketahanan pangan melalui tiga sektor unggulan seperti pertanian, kehutanan dan perikanan. Komitmen di atas telah hanyut bersama banjir yang menerjang ribuan hektar sawah yang akan memasuki masa panen. Sehingga, jangankan ketahanan pangan, untuk swasembada pangan Pemprov Lampung di era kepemimpinan Gubernur Ridho Ficardo telah gagal. 

Dalam satu minggu terakhir ini, ribuan hektar sawah telah terendam banjir, yang disebabkan karena kerusakan lingkungan. Dibawah kepemimpinan Gubernur Ridho, Pemprov Lampung dianggap mengabaikan pelestrian lingkungan, sehingga terjadi bencana besar hingga mengakibatkan sawah para petani terendam banjir.

Padahal, untuk tahun 2018, Provinsi Lampung telah menetapkan sasaran produksi padi sebesar 4.456.991 ton Gabah Kering Giling (GKG), jagung 3.290.366 Pipilan Kering (PK), dan kedelai 199.776 ton Biji Kering.

Hermanto petani asal Kabupaten Way Kanan mengatakan sudah tiga hari sawahnya terendam banjir. Bila sudah seperti ini padinya tidak akan bisa panen sebagaimana yang telah terjadwal.

"Jelas sudah gagal panen ini, karena terendam banjir sehingga dampaknya sangat banyak," ucapnya, Rabu(28/2).

Banjir ini menurutnya disebabkan karena luapan sejumlah sungai yang ada di wilayah tersebut. Sudah tidak ada lagi tanaman bakau yang menahan air apa bila volume air meningkat.

Ia mengharapkan pemerintah setempat bisa mengambil langkah cepat, untuk mengatasi masalah ini.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, hal senada disampaikan, Arif petani Kabupaten Lampung Timur uang mengatakan dibibir sungai sudah tidak ada lagi penyanggah.  Apa bila hanya menahan air dengan dibuatkan tembok itu bukan solusi.

"Harus ada solusi dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini, jelas gubernur sekarang sudah gagal. Untuk mewujudkan swasembada pangan saja tidak bisa, bagaimana ingin memimpin Lampung untuk ke dua kalinya,” ujarnya.

Banjir pun merendam wilayah Lampung Selatan, Asroni (35), petani cabai di Desa Bumiasri mengatakan, tanaman cabai seluas 4 hektare miliknya sudah dipastikan rusak. Padahal, kondisi tanaman mulai berbunga, bahkan sebagian telah berbuah.

"Sekarang tanaman cabai kami sudah pada dicabuti. Sebagian cabai sudah ada yang kami petik walaupun belum waktunya. Kami berharap ada bantuan dari Pemkab Lampung Selatan. Hingga saat ini air masih menggenangi tanaman kami," katanya.

Ahmad (31) petani asal Desa Kalirejo mengatakan akibat hujan yang mengguyur sejak kemarin malam tanaman padi seluas 1,5 hektare terendam banjir. Padahal, tanaman padi miliknya tersebut siap panen.

"Padi kami sudah menguning. Rencananya besok dua hari kedepan mau panen. Tapi kini bukan hanya tanaman padi, tapi rumah kami juga terendam. Banjir ini akibat luapan dari Sungai Way Selawi," kata Selasa (27/2) (Salimah)

Add comment

Security code
Refresh