Politik
Dari kiri-kanan, Bambang Sulistomo, Arief P. Moekijat, Wibawanto Nugroho, Batara Hutagalung, dan Miranda Diponegoro (Ist)

JAKARTA- Mewariskan nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi penerus yang merupakan generasi milenial memerlukan cara-cara yang berbeda. Demikian disampaikan Suryo Susilo, Ketua Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB) di sela-sela Dialog Nilai-Nilai Kepahlawanan yang diselelenggarakan oleh Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI) di Jakarta pada Rabu (28/2).

Menurut Susilo, generasi milenieal selalu terhubung dengan media sosial, serta cenderung tidak peduli pada kondisi sosial dan masyarakat. Oleh karenanya nilai-nilai kepahlawanan tidak cukup diwariskan melalui dialog dan seminar, melainkan juga melalui media sosial dan cara-cara lain yang lebih mereka pahami dan minati.

Susilo menambahkan bahwa dalam mewariskan nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi milenial, sangat diperlukan keteladanan.

“Seperti keberanian memperjuangkan kebenaran, keikhlasan dan kerelaan berkorban untuk masyarakat yang membutuhkan, serta lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi dan kelompok harus bisa diteladankan oleh para pemimpin, baik di eksekutif, legislatif maupun yudikatif, dan para elite politik,” kata Susilo.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, dialog yang dimoderatori Miranda Diponegoro mengangkat tema “Pelestarian nilai-nilai kepahlawanan guna mengokohkan kedaulatan Bangsa”, menampilkan narasumber Arief P. Moekijat, Deputi VI Menko Polhukam, Wibawanto Nugroho, Konsultan Politik dan Hankam, Batara Hutagalung, Pengamat Sejarah, dan Bambang Sulistomo, Ketua Umum Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia/IPKI.

“Saya mengharapkan Pemerintah dapat merumuskan upaya melestarikan nilai-nilai kepahlawanan pada generasi milenial dengan cara dan metode kekinian yang lebih mereka pahami,” pinta Susilo. (Calvin G. Eben-Haezer)

 

Add comment

Security code
Refresh