Politik
Debby Joice Manthey, Sekretaris Jenderal Rumah Perjuangan Kita (RPK) (Ist)

JAKARTA- Maraknya masalah intoleransi beragama di tengah masyarakat terpicu lagi melalui serentetan peristiwa. Belum lama ini terjadi di Desa Babat, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten yaitu kasus penolakan seorang Biksu oleh masyarakat setempat yang tidak terima apabila Biksu tersebut mengadakan ibadah agama Budha di tempat kediamannya. Setelah itu muncul peristiwa kekerasan di gereja St. Lidwina, Sleman, Yogyakarta. Seseorang yang secara membabi buta telah melakukan penyerangan terhadap seorang Romo dan para  jemaat dengan menggunakan senjata tajam ketika sedang beribadah di dalam gereja  tersebut. Hal ini disampaikan Debby Joice Manthey, Sekretaris Jenderal Rumah Perjuangan Kita (RPK) kepada Bergelora.com di Jakarta, Sabtu (3/3)

“Kita dapat melihat aksi-aksi dalam kedua kasus ini sebagai buah dari penanaman paham radikalisme dan terorisme oleh pihak-pihak yang berusaha merusak persatuan dan kesatuan NKRI,” katanya.

Kondisi ini tentunya menjadi tanggung jawab semua pihak sebagai bangsa Indonesia yang tidak hanya melibatkan jajaran pemerintahan dan para pemuka agama. Namun seluruh lapisan masyarakat harus kembali merajut toleransi dan kebangsaan antar umat beragama yang sempat terkoyak akibat kasus-kasus tersebut di atas,  untuk tetap menegakkan sila ke 3 dari Pancasila yaitu “Persatuan Indonesia”

“Kami dalam usaha menyelesaikan permasalahan akibat intoleransi serta memerangi radikalisme & terorisme.  Rumah Perjuangan Kita (RPK) bersama-sama dengan Wajah Indonesia Baru (WIB) kembali menggelar acara “Dialog Santai RPK” Sabtu, 3 Maret 2018 di Gedung Joeang 45 dengan mengusung tema ‘Merajut Toleransi dan Kebangsaan Antar Umat Beragama’” jelasnya.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, Acara Dialog Santai RPK kali ini menghadirkan 2 narasumber yang  yaitu DR. Binsar Antoni Hutabarat, seorang Peneliti Senior pada Reformed Center for Religion and Society (RCRS) dan Editor Eksekutif Societas Dei, Jurnal Agama dan Masyarakat. Hadir juga HM. Guntur Romli  yang adalah seorang tokoh intelektual muda Nadhlatul Ulama (NU juga seorang penulis serta Analis Politik Timur Tengah.

“RPK berusaha menyajikan “isu terkini” (trending topics) mencakup aspek sosial, politik, agama & ekonomi yang dibawakan oleh para narasumber dengan harapan untuk dapat memberikan pencerahan maupun  solusi  atas permasalahan yang sedang dihadapi oleh NKRI,” katanya. (Web Warouw)

 

Add comment

Security code
Refresh