Politik
Calon Gubernur Lampung, Herman HN memprotes pmbatasan waktu oleh moderator, dan Chusnuniah (Nunik).dalam acara BEM Unila di Bandar Lampung, Sabtu (31/3). (Ist)

BANDAR LAMPUNG- Sungguh malang nasib BEM UNILA. Undangan paparan visi misi Calon Gubernur Lampung, Sabtu (31/3) pukul 09.00, tidak digubris cagub petahana Ridho Ficardo. Menurut informasi, Gubernur Ridho masih belum bangun tidur alias molor, sambil menikmati libur panjang dan mengirim perwakilannya untuk hadir pada acara tersebut.

“Bapak masih belum bangun mas. Kecapekan,” ujar sumber tersebut.

Acara tersebut dihadiri tepat waktu oleh Calon Gubernur, Herman HN dan Calon Wakil Gubernur, Chusnuniah (Nunik).

Sementara itu Herman HN mengkritik ketidak hadiran dan kinerja Bawaslu dalam acara tersebut, yang menurut Panitia Acara, sudah diundang, namun memang tidak hadir.

“Kita tegakkan dulu aturan. Baru bicara visi misi. Kalau aturan tidak ada. Untuk apa bicara visi misi. Visi misi pasti isinya bagus semua,” ujarnya mengkritik pembiarkan pelanggaran dilakukan oleh Petahana, tanpa ada ketegasan dari Bawaslu Lampung.

Belum dua menit bicara, moderator menghentikan paparan Herman HN dengan alasan sudah 10 menit bicara.

Mendengarkan itu, Herman HN meradang dan mengkritik moderator M. Arif Rifa’i yang seharusnya adil dan menegakkan aturan juga. Karena menurutnya dirinya dirugikan oleh pembatasan waktu yang tidak adil tersebut.

Karena tetap diminta menghentikan paparan, Herman HN akhirnya memilih keluar dari acara (WalkOut) meninggalkan ruangan.

Kepada pers Herman menyampaikan kekecewaannya karena diberlakukan tidak adil saat pemaparannya di depan para masasiswa. Ia mengatakan bahwa panitia tidak profesional dalam mengelar acara tersebut.

"Saya kecewa, saya baru 2 sampai 5 menit ngomong di depan tapi dibilang sama moderator sudah 10 menit ngomong. Inikan gak bener istilahnya serong, jangan bohong-bohongin, keluar saya," kata Herman HN dengan kesal sembari meninggalkan ruangan. Wali Kota Bandar Lampung ini juga mengatakan bahwa peran mahasiswa harus adil dan melakukan pengawasan agar pelaksanaan pilkada berjalan baik.

Kepada Bergelora.com sebelumnya dilaporkan, Yandri Nazir, Bendahara Tim Pemenangan paslon nomor urut satu M. Ridho Ficardo-Bachtiar mengklaim keberhasilan pemerintahan Gubernur Ridho Ficardo selama ini.

“Petani tidak butuh kartu tani, karena selama ini hidupnya sudah sejahterah dan pemerintah berhasil,” ujarnya.

Hal ini dibantah oleh Nunik, calon wakil gubernur dari pasangan Nomor tiga. Menurutnya, sudah menjadi rahasia publik di Lampung maupun nasional, bagaimana situasi sosial ekonomi rakyat Lampung saat ini.

“Anggaran terus bertambah, tapi kehidupan rakyat bukannya membaik malah semakin terpuruk. Khususnya di pedesaan, kaum tani mengeluh berbagai kesulitan yang dihadapi selama ini tanpa ada perhatian dari pemerintah Provinsi,” ujarnya. (Salimah)

Add comment

Security code
Refresh