Politik
Menlu Retno Marsudi mendampingi Presiden Jokowi saat menerima salah seorang duta besar negara sahabat yang menyerahkan surat kepercayaannya di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/4) siang. (Ist)

JAKARTA- Presiden Rusia Vladimir Putin yang baru saja memenangkan pemilihan umum di negaranya, merencanakan akan berkunjung ke Indonesia dalam beberapa waktu ke depan.

Rencana lawatan Vladimir Putin ke Indonesia itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi usai mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima surat-surat kepercayaan dari 11 (sebelas) duta besar (Dubes) negara sahabat, termasuk Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva,  di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/4) siang.

“Rencana ada secara sekilas dibahas,” kata Menlu kepada wartawan usai acara penyerahan surat-surat kepercayaan 11 duta besar negara sahabat itu.

Tetapi karena Presiden Putin baru akan dilantik pada bulan Mei mendatang, menurut Menlu, konfirmasi mengenai tepatnya kapan akan disampaikan setelah pelantikan resmi Presiden Putin.

Sebelumnya Menlu Retno Marsudi menyampaikan, dalam pembicaraan dengan Dubes Rusia Lyudmila Georgievna Vorobieva, Presiden sfokus di ekonomi.

Dengan jumlah penduduk Rusia 146 juta, Indonesia 260-an juta, maka kombinasi kedua negara adalah 400 juta penduduk, yang dari segi perdagangan bilateral sudah bagus. Tetapi angkanya masih berkisar di antara 2,6-3 miliar dollar AS. “Kita ingin menargetkan angka sampai 5 miliar,” jelas Menlu.

Tetapi dengan Rusia, menurut Menlu Retno Marsudi, perdagangan dan investasi tidak hanya sifatnya bilateral yang akan dimajukan, tetapi dalam konteks Eurasian Economic Union.

“Jadi saat ini kita sedang menyampaikan proposal untuk bernegosiasi dengan Eurasian Economic Union, di mana di aantaranya adalah Rusia menjadi negara anggotanya. Dan kita sampaikan agar Rusia terus mendukung Indonesia,” ucap Retno.

Kepercayaan 11 Negara

Kepada Bergelora.com dilaporkan, sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Surat-surat Kepercayaan Duta Besar (Dubes) Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) dari sebelas (11) negara sahabat yang akan bertugas di Republik Indonesia, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (4/4) siang.

Prosesi penerimaan surat-surat kepercayaan diawali dengan upacara di halaman Istana Merdeka. Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) membawa bendera dan mengumandangkan lagu kebangsaan dari kesebelas negara sahabat secara bergantian.

Usai memberi penghormatan, Duta Besar LBPP dari negara-negara sahabat menaiki tangga memasuki Istana Merdeka. Selanjutnya, mereka menyerahkan surat kepercayaan secara berturut-turut kepada Presiden Joko Widodo, diawali dari Dubes LBBP Kerajaan Bahrain untuk Republik Indonesia.

Kesebelas Dubes LBBP negara sahabat yang menyerahkan surat-surat kepercayaan itu adalah:

  1. Mohamed Ghassan Mohamed Adnan Shaikho, Duta Besar LBBP Kerajaan Bahrain;
  2. Kim Chang-beom, Duta Besar LBBP Republik Korea;
  3. Irakli Asashvili, Duta Besar LBBP Georgia;
  4. Selima Dikawakawayali Veisamasama, Duta Besar LBBP Republik Fiji;
  5. Beata Stoczynska, Duta Besar LBBP Republik Polandia;
  6. Lyudmila Georgievna Vorobieva, Duta Besar LBBP Federasi Rusia;
  7. Gary Francis Quinlan AO, Duta Besar LBBP Australia;
  8. Dorothy Samali Hyuha, Duta Besar LBBP Republik Uganda;
  9. Ramzia Diab Ghanim, Duta Besar LBBP Republik Gambia;
  10. Penke Normans, Duta Besar LBBP Republik Latvia untuk Republik Indonesia berkedudukan di Riga
  11. Jeanne Guehe, Duta Besar LBBP Cote d’lvoire (Republik Pantai Gading) untuk Republik Indonesia berkedudukan di Canberra, Australia

Setelah penyerahan surat-surat kepercayaan selesai, Presiden Joko Widodo didampingi Menlu Retno Marsudi menuju veranda belakang Istana Merdeka. Satu per satu Dubes LBBP mendapat kesempatan untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo dan Menlu Retno Marsudi.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan ini antara lain Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi. (Enrico N. Abdielli)

Add comment

Security code
Refresh