Politik
Mantan Ketua MPR, Amien Rais (Ist)

JAKARTA- Terkait kasus dugaan ujaran kebencian dan penodaan agama, Amien Rais. Amien Rais dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Minggu (15/4) berdasarkan Pasal 28 ayat 2 Junto 45 ayat 2 UU ITE dan Pasal 156 a KUHP Dugaan Ujaran Kebencian SARA dan Penodaan Agama.

"Hari kita buat laporan polisi terkait dengan terlapornya adalah Amien Rais berhubungan dengan adanya kutipan di media sosial mengenai adanya statement orang tidak bertuhan, statemen partai Allah, statemen partai setan," ujar Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Cyber Indonesia Aulia Fahmi di Mapolda Metro Jaya, Minggu (16/4).

Aulia menilai pernyataan Amien itu berbahaya, sebab, bisa memecah belah umat beragama.

"Kami melihat di sini sebagai warga Indonesia dan umat islam, kami melihat ada upaya dikotomi, upaya provokasi yang membawa nuansa agama, sedangkan kami sama-sama tahu bahwa negara kita negara Pancasila dan berdasaran UUD 1945," kata Aulia.

Bagi Cyber Indonesia menurutnya pernyataan Amien Rais tersebut sangat berbahaya buat negara dan dapat memecah belah masyarakat. Pernyataan ini juga menjadi penting karena disampaikan oleh tokoh bangsa dengan mendikotomikan Partai Allah dan Partai Setan.

Maka ia menegaskan Amien Rais menjadi masalah ketika mengatakan partainya PAN dan 2 partai lainnya termasuk Gerindra dan PKS sebagai partai Allah, kemudian diikuti sebutan "orang-orang yang anti tuhan bergabung dalam partai besar".

“Klausul kata-kata ini merupakan delik ujaran kebencian SARA bahkan terindikasi penodaan agama, karena sama saja kita menyamakan Allah zat yang maha suci dengan manifestasi partai politik dimana kadernya banyak terlibat tindak pidana kejahatan termasuk korupsi,” tegas Aulia.

Dalam membuat laporan, Aulia membawa barang bukti diantaranya print out berita yang memuat pernyataan Amien Rais.

Laporan ini pun diterima polisi dengan nomor laporan LP/2070/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus. Dalam laporan ini polisi menyertakan Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat (2) UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 156 A KUHP.

Sebelumnya kepada Bergelora.com dilaporkan, Amien Rais dalam sebuah ceramah di Jakarta mendikotomikan adanya partai setan dan partai Allah.

"Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? untuk melawan hizbusy syaithan. Orang-orang yang anti-Tuhan itu otomatis bergabung dalam partai besar, yaitu partai setan. Ketahuilah, partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya. Tapi di tempat lain, orang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais soal dikotomi partai setan dan partai Allah tidak mewakili partai.

“Ya memang sudah diluruskan. Itu kan Pak Amin sebagai pembina atau penasihat Alumni 212. Itu juga ceramah di masjid habis shalat subuh, menjelaskan tentang teologi apa yang terkandung dalam Al Quran. Itu yang dijelaskan. Oleh karena itu, jangan dipersepsikan lain,” kata Zulkifli.

Ketika ditanyakan apakah PAN kecewa atas pernyataan yang disampaikan Amien Rais itu, Zulkifli enggan berkomentar. (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh