Politik
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (Ist)

JAKARTA- Popularitas Ganjar Pranowo lebih tinggi dari Sudirman Said di Jawa Tengah merupakan kewajaran. Walaupun pernah sebagai menteri ESDM, namun Sebagai gubernur, Ganjar Pranowo dianggap sudah pernah bekerja di Jawa Tengah. Berbagai isu negatif terhadap Ganjar Pranowo yang bertujuan merusak kredibilitasnya, justru membuat Ganjar Pranowo menjadi trending topik pembicaraan dimasyarakat dan memperluas popularitasnya. Hal ini disampaikan oleh Pengamat Pilkada 2018, Ajianto Dwi Nugroho dari PT Sinergi Media Lestarindo kepada Bergelora.com di Jakarta, Jumat (27/4)

“Ganjar lebih dekat dengan rakyat. Dia hobby blusukan dan personal brandingnya memang disukai rakyat secara umum. Orangnya ramah, murah senyum dan dipercaya oleh rakyat Jawa Tengah. Jadi isu negatif gak mempan,” ujarnya.

Menurutnya, Ganjar Pranowo mampu mengerti apa yang ingin didengar dan dilihat oleh masyarakat, sehingga dirinya tinggal membuktikan semua ucapan dan janji-janjinya. Sebagai gubernur, pelayanan pemerintah dibawah Ganjar Pranowo telah menjadi investasi penting dalam Pilkada 2018 ini.

“Di era demokrasi liberal, gimmick-gimmick (penampilan-red) juga sangat penting, meskipun program-programnya dianggap biasa saja. Tapi kehadirannya di tengah rakyat, membuat perasaan rakyat ayem,” jelasnya.

Di sisi lain Sudirman Said menurutnya, belum pernah menunjukkan prestasi pada rakyat di Jawa Tengah, sehingga walaupun pernah menjadi menteri, tapi tidak dirasakan manfaat langsungnya pada rakyat.

“Jadi walaupun menabur ratusan janji, tidak bisa mengalahkan dengan hasil kerja yang sudah dilakukan dan bermanfaat bagi rakyat. Gitu aja,” ujar relawan Jokowi yang sekarang sedang memimpin Media Center pemenangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Arinal Junaidi dan Chusnunia (Nunik) di Bandar Lampung ini.

Hasil Survey

Sebelumnya, Survei LSI menyebut Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maemoen unggul di masyarakat dengan latar belakang nasionalis dan agamis, serta kaum millenial. Dalam capaian kinerja, 57,6 persen masyarakat mengaku puas, 28,4 persen menjawab tidak tahu.

Hasil survei Lingkar Survey Indonesia (LSI) dan survei internal DPD PDI Perjuangan berbeda mengenai tingkat elektabilitas calon gubernur inkumben pasangan Ganjar Pranowo dan Sudirman Said. Survei internal PDIP menyimpulkan tingkat elektabilitas Ganjar lebih besar ketimbang hasil survei LSI.

 “Tingkat keterpilihan Ganjar Pranowo 50,3 persen dengan tingkat popularitas 89,5 persen per 10 April 2018,” kata Direktur LSKP Lingkar Survey Indonesia Denny JA, Sunarto Ciptoharjono, Selasa (23/4) lalu. Akan halnya survei internal DPD PDIP mencatat elektabilitas Ganjar 62,3 persen pada 12-15 Maret, dengan tingkat popularitas 88,8 persen.

Kedua survei mencatat tingkat elektabilitas Sudirman Said. Menurut LSI, tingkat elektabilitas Ganjar hanya 10,5 persen dengan tingkat popularitas 44,2 persen. Sedangkan pemilih mengambang 39,2 persen.

Sementara itu, hasil survei Lembaga Survei Kebijakan Publik (LSKP) Research dan Consulting-LSI, Selasa (24/4), tingkat keterpilihan Ganjar-Yasin mencapai 50,3 persen. Sementara rivalnya Sudirman-Ida sebanyak 10,5 persen.

"Yang memilih ragu-ragu sebanyak 39,2 persen," ujar Direktur LSKP Sunarto Ciptoharjono, saat konferensi pers hasil survei PIlkada Jateng di Semarang.

Menurut Sunarto, dengan tingkat keperpilihan di atas 50 persen, kemungkinan Ganjar-Yasin memenangkan kompetisi sangat tinggi.

Di sisa waktu masa kampanye, sambung dia, Sudirman-Ida akan sulit mengejar ketertinggalan. Butuh kerja keras lebih untuk dapat mengejar petahana.

"Dari survei kami, angka di atas 50 persen itu melampaui the magic numbers," ucapnya.

Dalam hasil survei itu, pasangan Ganjar-Yasin unggul di semua segmen pemilih, baik kelompok jenis kelamin, pendidikan, agama, dan umur. Baik generasi milenial dan generasi senior mendukung pasangan itu. Generasi milenial mencapai 50,6 persen, sementara generasi senior 48,8 persen.

"Kalau pasangan Sudirman-Ida generasi milenial 11,5 persen, generasi senior capai 9,9 persen," tambahnya.

LSKP mengatakan, tingkat popularitas Ganjar sangat tinggi mencapai 89,5 persen. Sementara keterkenalan Sudirman mulai meningkat di angka 44,2 persen. Sementara wakilnya, tingkat keterkenalan tidak lebih dari 27 persen. Taj Yasin dikenal hanya 26,8 persen, sementara Ida Fauziyah dikenal 20,1 persen.

"Mayoritas warga Jateng menyatakan puas atas kinerja petahana," pungkasnya. (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh