Politik
Debat Kandidat Gubernur Lampung (Ist)

BANDAR LAMPUNG- Ridho kembali berbohong. Dia berjanji dalam programnya 100 % jalan mantap. Kondisi jalan yang sudah didandani belum ada setahun sudah rusak. Hal ini disampaikan oleh Aryati, masyarakat yang sedang menonton Debat Publik di Bandar Lampung, Sabtu (28/4)

“Contoh di Jalan Tembus Jatimulyo Lampung Selatan ke Kota Metro belum ada setahun sudah rusak lagi. Jalan antara dari Kota Gajah Lampung Tengah sampai Seputihbanyak, Lampung Tengah tidak pernah didandani selama ini. Didepan pasar dan kantor kecamatan Seputihbanyak, Lampung Tengah,” ujarnya.

Dia bilang pendidikan gratis padahal selama ini sudah digratiskan pemerintah pusat.

“Semua visi misi hanya klaim kerjaan pemerintah pusat. Inikan seharusnya tidak dibiarkan oleh KPU karena mengandung membohongi publik,” tegasnya.

Kepada Bergelora.com dilaporkankan, debat Calon Gubernur Lampung Putaran Kedua di Novotel, Bandar Lampung, Sabtu (28/4) malam berlangsung hangat. Sebelumnya, Nanang Trenggono Ketua KPU Lampung saat membuka acara debat publik di Novotel, mengajak paslon berikan edukasi publik dengan cara-cara baru yang mencerdaskan melalui debat publik.

“Lampung sudah mengalami pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur baik di DPRD maupun secara langsung. Ada konflik, model politik uang juga cara-cara lama dalam meraih suara saatnya di tinggalkan,” katanya.

Berbeda dengan lay out panggung debat pertama, kali ini tata letak panggung lebih dekat dengan penonton.

Moderator Budi Santoso Budiman kelahiran 1967, mantan Kepala Biro LKBN Antara, dosen luar biasa jurnalistik Raden Intan Lampung, Budi Santoso Budiman. Penyerahan soal diwakili Andi Qory dari dewan pakar, yang selanjutnya debat di pandu langsung oleh moderator.

Debat Calon Gubernur Lampung Putaran Kedua, terlihat paslon No urut 1, Ridho-Bachtiar, No 2 Herman HN- Sutono, No 3 Arinal-Nunik, dan yang terahir cagub no 4 Ahmad Jajuli tanpa Mustafa. Seperti yang diketahui, Cagub Mustafa saat ini masih menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia terjerat kasus dugaan melakukan suap terhadap anggota DPRD Lampung Tengah. (Salimah)

Add comment

Security code
Refresh