Politik
Presiden Jokowi bertemu perwakilan OSIS se-Indonesia di halaman belakang Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (3/5). (Ist).

BOGOR- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima perwakilan siswa-siswi OSIS SMA Berprestasi se-Indonesia peserta Program Kawah Kepemimpinan Pelajar, di halaman belakang Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (3/5) pagi. Sebanyak 272 siswa dan siswi itu diajak keliling Istana oleh Presiden yang memakai jaket hitam dengan logo Asian Games 2018.

“Saya mau mengajak muter-muter Istana Bogor, mau ndak?” sapa Presiden kepada seluruh siswa-siswi yang hadir, yang langsung dijawab, “Mau,” oleh seluruh peserta.

Usai berdialog, Presiden mengajak siswa siswi untuk mengisi video blog (vlog) Presiden.

Ingin Jadi Presiden, Silakan

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan, para peserta semuanya adalah yang terpilih di sekolahnya, dan dari ketua-ketua OSIS yang ada, mereka dipilih lagi untuk bisa hadir di Istana Bogor ini.

“Ini adalah dalam rangka program Kawah Kepemimpinan Pelajar tahun 2018,” kata Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga bertanya kepada para siswa mengenai kepemimpinan,

“Anak-anakku semuanya tahu kepemimpinan itu apa sih? Apa? Kemampuan untuk mempengaruhi seseorang? Ada yang lain? Orang yang mempersatukan yang berbeda, yang mampu mengontrol dirinya sendiri. Apa? Menjadi teladan bagi banyak orang atau lebih mementingkan kepentingan umum, kepentingan masyarakat daripada kepentingannya,” ujar Presiden.

Presiden menjelaskan, menjadi pemimpin itu harusnya memberikan semangat, memberikan dorongan, memberikan inspirasi, memberikan contoh, memberikan teladan, dan bisa mengayomi. “Itulah pemimpin,” tegasnya.

Karena itu kepada peserta Kawah Kepemimpinan Pelajar 2018 yang ingin jadi bupati, ingin jadi wali kota, ingin jadi gubernur, ingin jadi menteri, Presiden mempersilakan.

“Ingin jadi pengusaha, silakan. Ingin jadi dokter, silakan. Ingin jadi presiden, silahkan,” ucap Presiden Jokowi.

Tapi Presiden mengingatkan, untuk menuju ke sebuah cita-cita itu pasti ada ujiannya. Ia menambahkan pasti ada cobaannya, pasti ada tantangannya, pasti ada rintangannya.

Itulah kenapa, lanjut Presiden, semuanya diberikan pembekalan dalam Kawah Kepemimpinan Pelajar di tahun 2018 ini.

“Agar anak-anak semuanya tahan banting, tahan uji, berani menghadapi cobaan, berani menghadapi rintangan,” tegas Presiden seraya menambahkan, tidak bisa yang namanya bermalas-malasan, bermanja-manja jadi pemimpin.

Kebanggaan Terhadap Negaranya

Dalam kesempatan menerima perwakilan siswa-siswi OSIS SMA Berprestasi se-Indonesia, Kamis (3/5) pagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat mengajak mereka berkeliling Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat (Jabar).

“Tadi saya jelaskan istana ini dibangun tahun 1745 yang dulunya ditinggali oleh Gubernur Jenderal Baron Van ed. Saya juga cerita bahwa di Istana ini kita memiliki 450 rusa, memiliki 13 ekor kambing, dan lain-lain saya jelaskan semuanya secara detail,” ungkap Presiden Jokowi kepada wartawan.

Presiden Jokowi menjelaskan, anak-anak harus memiliki rasa kebanggaan terhadap negaranya, terhadap bangsanya sehingga mereka dipertemukan dalam Kawah Kepemimpinan Pelajar di tahun 2018 ini.

“Supaya mereka berinteraksi antar provinsi, antar kabupaten, antar kota, antar etnis, antar agama semuanya menyatu dalam acara yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Presiden Jokowi.

Presiden menilai, hal itu penting sekali  karena dengan itulah mereka menjadi tahu bahwa Indonesia ini berbeda-beda. Ia menambahkan bahwa perbedaan itu berbeda tradisi, adat, bahasa daerah, suku, dan agama yang inilah anugerah yang diberikan Allah kepada kita bangsa Indonesia.

“Semuanya harus menyadari itu dan dimulai dari anak-anak kita,” tegas Presiden.

Jaket Asian Games

Sementara terkait jaket Asian Games yang dikenakannya saat bersama Menpora Imam Nahrawi dan Mendikbud Muhadjir Effendy menerima perwakilan siswa-siswi OSIS SMA Berprestasi, Presiden Jokowi mengemukakan, menjadi kewajiban bersama untuk mempromosikan agar Asian Games yang nanti akan diselenggarakan di bulan Agustus dibuka tanggal 18 Agustus, bisa menjadi sebuah perhelatan besar yang semua rakyat ini merasa memiliki.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi mengajak semuanya untuk ikut bersama-sama mempromosikan bahwa negara Indonesia tahun ini akan ada perhelatan besar, yaitu Asian Games yang ke-18.

“Jadi mau pakai kaos Asian Games boleh, mau pakai jaket Asian Games seperti ini juga boleh, saya akan pakai terus kemanapun,” ujar Presiden.

Menteri juga diimbau pakai Pak saat ada agenda?

“Semuanya, semuanya. Seluruh menteri seluruh masyarakat, semuanya biar Asian Games ini hangat menuju panas,” ucap Presiden Jokowi. (Roy Pangharapan)

Add comment

Security code
Refresh