Politik
Pemeriksaan narapidana teroris pasca kerusuhan di Mako Brimob Polri, Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5). (Ist)

YOGYAKARTA- Bangsa Indonesia berduka atas meninggalnya 6 bhayangkara di dalam tugas, saat berjaga di Mako Brimob Polri, Kelapa Dua. Ketua Komisi A DPRD DIY dari fraksi PDI Perjuangan dapil Kota Yogyakarta, Eko Suwanto menyampaikan rasa duka cita mendalam atas meninggalnya aparat negara yang gugur dalam tugas.

"Kita semua kehilangan, turut berduka cita atas meninggalnya bhayangkara negeri, lima anggota Polri yang gugur saat bertugas. Semoga almarhum diterima mulia disisi Allah, semoga keluarga yang ditinggalkan tabah," kata Eko Suwanto, alumni MEP UGM, Jumat, (11/5) kepada Bergelora.com di Yogyakarta.

Peristiwa pembunuhan oleh narapidana teroris di Mako Brimob, Kelapa Dua  menunjukkan bahwa ancaman terorisme ada di depan mata bahkan termasuk menyasar obyek vital, instansi pemerintah maupun di wilayah penegakan aparat penegak hukum. Ini harus mendapatkan perhatian bersama seluruh komponen bangsa.

"Kita harus selalu waspada dan bersatu padu melawan segala bentuk terorisme. Terorisme harus diperangi secara bersama-sama oleh tidak saja bangsa Indonesia tapi juga seluruh bangsa didunia," kata Eko Suwanto.

Secara khusus, langkah bersama untuk menggalang kekuatan dan dukungan guna penegakan hukum perlu dijalankan.

Berkait dengan tindakan tegas aparat, politisi muda PDI Perjuangan Eko Suwanto mendukung Polri agar bisa segera pulihkan situasi sekaligus melalukan evaluasi mengapa hal ini bisa terjadi.

"Ke depan, penanganan teroris perlu lebih komplit, kalau diperlukan penjara kaum teroris sebaiknya di tengah pulau yang terisolasi agar mudah dikendalikan dan dibina," kata Eko Suwanto.

Eko Suwanto menambahkan peristiwa teror di Mako Brimob membuat luka dan duka yang mendalam bagi rakyat Indonesia yang cinta damai.

Duka yang mendalam disampaikan, terutama untuk keluarga anggota anggota terbaik Polri yang meninggal akibat aksi teroris.

Selain membunuh, kaum teroris ini juga nyata nyata mengancam pemerintah dan aparat penegak hukum, khususnya polri. Teror Mako Brimob merupakan ancaman serius pada NKRI.

"Teror ini merupakan propaganda terorisme di dunia, oleh karena itu terorisme nyata jadi musuh dunia saat ini. Saya kok tidak percaya ini soal makanan semata, kita dukung polri ungkap dalang dan seluruh pelaku teror ini. Terima kasih Polri yang saat ini sudah mengendalikan situasi dengan dukungan pemerintah dan masyarakat," kata Eko Suwanto.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto berharap proses hukum dapat ditegakkan bagi kaum teroris ini.

"Untuk memenuhi rasa keadilan bagi seluruh rakyat dan manusia didunia yang mencintai kedamaian, agar memenuhi rasa keadilan bagi keluarga korban maka hukuman mati yang paling tepat untuk kaum teroris ini. Kita percaya Pemerintah, Polri dan TNI bersama masyarakat bersatu padu bergerak bersama melawan dan memerangi terorisme," kata Eko Suwanto.

Petani Bumikan Pancasila

Sementara itu, Eko Nugroho, Sekretaris RKP (Rumah Kreatif Pancasila) menegaskan pentingnya rakyat bergotong royong dari kota sampai desa membumikan Pancasila. Saat ini RKP sedang  mensosialisasikan “Petani Membumikan Pancasila Dalam Negara Gotong-Royong” di Patihombo dan Kedungsari, Kulon Progo Yogyakarta.

“Kami meyakinkan kepada segenap masyarakat Indonesia bahwa Pancasila masih hidup dan akan terus kokoh berdiri sampai kapanpun karena basis-basis kekuatan Pancasila itu masih terjaga utuh berkat para marhaen; penjaga sejati Pancasila; petani, buruh, nelayan dan kelompok-kelompok kecil yang telah menjadikan Pancasila sebagai falsafah hidup berbangsa dan bernegara sejak zaman nenek moyang,” tegasnya.

RKP menurutnya mengajak segenap anak bangsa yang mempunyai angan-angan dan yang berusaha merongrong Pancasila agar kembali ke jalan Pancasila karena Pancasila hanyalah satu-satunya ideologi yang mampu mewakili kepribadian segenap anak bangsa yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras dan golongan dari Sabang sampai Merauke, Rote sampai Miangas

“Kami mendorong agar para pemimpin dan pejabat publik yang mendapat mandat melayani rakyat agar tidak salah tujuan dan selalu ingat memakai Pancasila sebagai paradigma pembangunan di segala bidang karena di dalam Pancasila terdapat semua solusi, untuk sekarang dan masa akan datang,” tegasnya.

RKP mengajak semua masyarakat umum agar terus membangun rasa kebangsaan, cinta dan bangga kepada tanah air Indonesia seperti cita-cita para pendiri bangsa karena bangsa ini akan terus berlanjut melebihi diri kita dan yang membuatmkeberlanjutan itu terjadi hanyalah dengan sebuah ideolgi tunggal, yaitu Pancasila.

“Kami mendorong agar para media bahu-membahu bersama masyarakat untuk terus

dan tak jemu-jemu menghadirkan Pancasila sebagai dasar pekerjaan, kegiatan, dan kehidupan sehari-hari dimana pun berada. (M. Fathur Rachman)

Add comment

Security code
Refresh