Politik
Presiden Joko Widodo (Ist)

JAKARTA- Presiden Joko Widodo menegaskan apabila sampai bulan Juni DPR-Ri tidak segera menyelesaikan Revisi UU Tindak Pidana Teroris, maka Presiden akan mengeluarkan Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perppu).

“Kalau nantinya bulan Juni Revisi Undang-Undang Tindak Pidana Teroris belum segera diselesaikan DPR-RI, saya akan keluarkan Perppu Anti Teroris,” tegasnya dalam konferensi perse hari ini di Jakarta, Senin (14/5).

Presiden menunjukkan Revisi Undang-Undang Tindak Pidana Teroris sudah dibahas selama 2 tahun namun belum selesai.

“Saya minta DPR dan Kementerian terkait yang berhubungan dengan Revisi Undang-Undang terorisme yang sudah diajukan pada bulan Februari 2016 lalu untuk segera diselesaikan secepatnya dimasa sidang berikut 18 Mei akan datang. Ini merupakan payung hukum bagi aparat untuk menindak tegas teroris dalam pencegahan maupun dalam tindakan,” tegasnya.

Presiden juga menegaskan bahwa teror bom bunuh diri adalah tindakan pengecut dan tidak bermartabat maka harus dilawan.

“Aksi terorisme ini adalah adalah tindakan pengecut tidak bermartabat. Kita akan lawan terorisme dan kita akan basmi terorisme sampai ke akar-akarnya,” tegasnya.

Presiden juga menegaskan agar rakyat bersama TNI dan Polri bersatu untuk melawan semua teroris dan para pendukungnya yang mengancam NKRI, Pancasila dan Kebhinneka Tunggal Ika.

“Saya perintahkan pada Kapolri dan semua jajaran Polri untuk tegas. Tidak ada kompromi dalam mengambil tindakan di lapangan untuk menghentikan aksi terorisme,” tegas Jokowi.

NasDem Kutuk Terorisme

Kepada Bergelora.com di Palu dilaporkan, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Sulawesi Tengah Gelar Apel Siaga kutuk aksi terorisme di halaman Gedung Restorasi, Kantor DPW Partai NasDem Sulawesi Tengah jalan Chairil Anwar, Nomor 19 A Palu, Senin pagi (14/5).

Ketua DPW Partai NasDem Sulteng Tahmidy Lasahido menyebut, Apel siaga dan pengibaran Bendera Merah Putih setengah tiang dilakukan sebagai wujud duka mendalam atas berbagai aksi terorisme yang melanda bangsa ini kurun waktu dua minggu terakhir.

"Bukan hanya di Sulawesi Tengah, apel siaga semacam ini juga berlangsung diseluruh kantor DPW dan DPD Partai NasDem di seluruh Indonesia, sebagaimana instruksi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, sebut Tahmidy, panggilan akrab Tahmidy Lasahido.

Dalam sambutannya pada apel sianga yang diikuti jajaran pengurus DPW Partai NasDem Sulteng, DPD Partai NasDem Kota Palu, DPD Partai NasDem Kabupaten Donggala, DPD Partai NasDem Kabupaten Sigi dan Sayap Partai, Tahmidy membacakan lima poin sikap resmi partai NasDem atas peristiwa kelam bangsa ini.

Pertama, NasDem mengutuk segala bentuk terorisme maupun setiap aksi radikalisme yang merusak kerukunan, persaudaraan dan kekeluargaan di antara komponen bangsa khususnya antar umat beragama di Indonesia dan mengajak segenap rakyat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat seluruh nusantara agar tidak takut dan berani melawan, mencegah serta menggagalkan aksi terorisme dan radikalisme dalam bentuk apapun juga.

Ke dua, NasDem menolak segala  bentuk aksi terorisme dan radikalisme sebagai suatu tindakan yang secara nyata maupun prinsip bertentangan dengan ideology pacasila yang adalah filosofi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, bertentangan dengan nilai kaagamaan dan budaya bangsa, dan bertentangan dengan hak azasi manusia yang dijunjung bersama sebagai komitmen kemanusiaan universal.

Ke tiga, NasDem berada digaris depan mendukung pemerintah, khususnya aparat polri, TNI, intelejen Negara dan BNPT, bertindak sigap, cepat dan tegas dalam mencegah serta memberantas aksi terorisme dan radikalisme, untuk menjamin kehadiran Negara dalam melindungi bangsa dan segenap rakyat Indonesia.

Ke empat, NasDem mengutuk tindakan keji, aksi brutal dan teror , baik dimako brimob maupun terhadap umat beragama yang sedang melakukan ibadah hari minggu di 3 (tiga) gereja di Surabaya, yang mengakibatkan korban luka dan korban jiwa, baik aparat Negara maupun masyarakat sipil dan anak-anak, mengajak segenap masyarakat untuk berdoa semoga korban luka segera sembuh dan parah korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga yang di tinggalkan diberikan ketabaan dan keikhlasan

Ke lima, NasDem mendukung Presiden untuk mengambil kebijakan strategis, melakukan restrukturisasi dan reorganisasi fundamental atas semua lambaga Negara terkait, untuk memastikan usaha pencegahan dan pemberantasan aksi terorisme dan radikalisme dapat dilakukan secara efektif.

Diketahui, pagi ini pukul 08.50 Wib, aksi terorisme kembali terjadi di Polrestabes Surabaya, Jalan Sikatan nomor 1, Surabaya.  Sebanyak 4 polisi dan 6 masyarakat sipil jadi korban terluka. (Web Warouw/Lia Somba)

Add comment

Security code
Refresh