Politik
Erupsi Gunung Merapi di Yogyakarta, Jumat (1/6) pagi. (Ist)

JAKARTA - Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menginformasikan bahwa pagi ini, Jumat (1/6) pukul 08:20 WIB, telah terjadi erupsi Gunung Merapi, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan tinggi kolom abu teramati +- 6.000 meter di atas puncak (+- 8.968 meter di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 77 mm dan durasi +- 2 menit.

"Pagi tadi, pukul 08:20 WIB, Gunungapi Merapi kembali mengeluarkan erupsi dengan tinggi kolom abu 6.000 meter dari puncak. Masyarakat yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III mohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi,"ujar Kepala PVMBG, Kasbani, Jumat (1/6).

PVMBG melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogyakarta terus melakukan monitoring secara intensif aktivitas vulkanik Gunungapi Merapi. Melalui rekaman seismograf pada 31 Mei 2018, aktivitas vulkanik Gunungapi Merapi tercatat 11 kali gempa Guguran, 4 kali gempa Hembusan, 5 kali gempa Vulkanik Dalam dan 1 kali gempa Tektonik Jauh

Gunungapi Merapi (2968 m dpl) berada pada tingkat aktivitas Level II (WASPADA) dan saat ini mengalami erupsi tidak menerus, karena itu PVMBG meminta agar kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

"Radius 3 km dari puncak agar dikosongkan dari aktivitas penduduk dan masyarakat yang tinggal di KRB III mohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi. Pemerintah daerah direkomendasikan untuk mensosialisasikan kondisi Gunung Merapi saat ini kepada masyarakat," jelas Kasbani.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, saat ini pemantauan intensif terus dilakukan dan jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan maka status aktivitas Gunung Merapi akan segara ditinjau kembali. Masyarakat agar tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat, melalui radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz, melalui website www.merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana No. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180-514192 (Web Warouw/Safi’i)

Add comment

Security code
Refresh