Politik
Aksi FlashMob '#AyosinauPanacsila' di titik nol, tetap dilakukan walupun dibatalkan di Yogyakarta, Minggu (1/6). (Ist)

YOGYAKARTA- Walaupun sudah dibatalkan karena dilarang, acara peringatan Hari Lahir Pancasila di Titik Nol Yogyakarta tetap dilakukan oleh puluhan pemuda dan mahasiswa Yogyakarta. Pilihan aksi flash mob yang dilakukan di Titik Nol Kilometer, Yogyakarta pada pukul 17.00 WIB,  Jumat (1/6)018 sebagai tanda bersatunya semangat kaum muda untuk bergandeng tangan bersama.

Menjelang buka puasa puluhan orang melakukan Flash Mob dengan mengenakan kaos  putih bertuliskan huruf kapital warna merah dengan abjad sesuai urutan. Di sela aksi, peserta berbagi juga paket takjil untuk berbuka puasa bersama warga.

“Flashmob di Titik Nol Kilometer bertujuan untuk membangun kesadaran generasi millenial agar mau belajar Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia,” demikian Koordinator Aksi, Endro Sulaksono kepada Bergelora.com di Yogyakarta.

Aksi FlashMob di titik nol, tetap dilakukan walupun dibatalkan di Yogyakarta, Minggu (1/6) dan disebarkan di Facebook. (Ist)

Menurutnya saat ini kaum muda sadar untuk turut serta dalam proses pembangunan karakter bangsa. 

“Terutama di kalangan anak muda. Kaum muda millenial sangat strategis dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air juga rasa nasionalisme sebagai bangsa Indonesia,” jelasnya.

Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar dan mahasiswa yang datang dari berbagai daerah di Indonesia untuk menuntut ilmu. Beragam tradisi dan kebudayaan yang berbeda datang dan bersatu di Yogyakarta

“Mereka anak-anak muda dari berbagai daerah di nusantara berkumpul dengan semangat yang sama,  meski berbeda keyakinan, berbeda bahasa, berbeda asal daerah tapi satu sikap yaitu #AyoSinauPancasila,” ujarnya.

Pengumuman pembatalan peringatan Harlah Pancasila di Titik Nol Yogyakarta. (Ist)

Tujuannya menurut Endro adalah untuk memberikan kesadaran bahwa tak boleh ada ketakutan untuk bicara ideologi,  di negeri ini ada konstitusi, UUD 1945 yang menjamin kemerdekaan berekspresi, berserikat dan berkumpul.

“Semoga saja, selalu ada keberanian untuk bersikap sesuai ideologi Pancasila,” tegasnya.

Kepada Bergelora.com sebelumnya dilaporkan, Kapolda Yogyakarta membatalkan rencana peringatan Hari Pancasila di titik nol. Hal ini dilakukan setelah musyawarah dengan tokoh-tokoh masyarakat Yogyakarta dan panitia acara. Pertimbangannya karena ada aksi tandingan yang mendatangkan massa dari luar kota dan berpotensi bentrokan dengan aksi yang akan diadakan di titik nol.

Sebelumnya ada permintaan ijin pengumpulan 5.000 massa dari Yogyakarta dan Jawa Tegah pada pukul 15.00 di  Tugu Titik Nol. Kemudian ada juga pihak lain yang mengajukan permintaan ijin pengumpulan 10.000 masa petani dan seniman DIY ditempat yang sama pukul 16.00. Sultan Hamengku Buwono X di media setempat sempat mengeluh dan kuawatir terjadi gesekan. (Much Fatchurrohman)

Add comment

Security code
Refresh