Politik
Dr Ribka Tjiptaning dari Komisi IX, DPR-RI. (Ist)

JAKARTA- Kesaksian Sinta Melyati lewat video yang di unggah di Youtube atas perlakuan Gubernur (non-aktif) Lampung, Ridho Ficardo harus segera mendapatkan klarifikasi langsung. Kalau benar yang dialami Sinta Melyati maka Ridho Ficardo sebagai pejabat publik harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Hal ini ditegaskan oleh Dr Ribka Tjiptaning dari Komisi IX, DPR-RI kepada pers, Minggu (3/6).

“Ridho, sebagai pejabat publik, seorang gubernur harus mengklarifikasi apa yang disampaikan Sinta terhadap dirinya. Karena ini menyangkut moralitas pemimpin yang sudah bertahun-tahun dipercaya rakyatnya memimpin daerah,” ujarnya.

Menurut Tjiptaning, kalau Ridho tidak memberikan klarifikasi maka kesaksian Sinta Melyati adalah benar adanya, sehingga secara politik Ridho telah mengabaikan kepercayaan publik terhadap dirinya selama ini.

“Sebaiknya Ridho menghadapi persoalan ini secara serius karena akan berdampak jauh kedepan bagi keluarga besarnya. Berani berbuat seharusnya berani bertanggung jawab. Apalagi dirinya seorang gubernur. Sekarang sebagai petahana yang masih mau maju nyalon Gubernur lagi. Apakata rakyat kalau gak berani bertanggun jawab,” ujar Tjiptaning.

Tjiptaning mengingatkan bahwa kesaksian Sinta ini tidak bisa dianggap enteng. Karena kalau Sinta melaporkan pada pihak yang berwajib, maka Ridho Ficardo akan menghadapi masalah hukum bukan hanya masalah politik semata.

“Kalau benar kesaksian Sinta dan bisa membuktikan bahwa dirinya telah dijanjikan menikah dan akan dinafkahi, padahal Gubernur sudah beristri, jelas ini penipuan,” terangnya.

Gubernur (non-aktif) Lampung, Ridho Ficardo. (Ist)

Masalah yang lain menurut Tjiptaning adalah kalau benar Sinta bisa membuktikan bahwa dirinya pernah dipaksa melakukan hubungan badan padahal sedang berhalangan maka ini bisa terkena pasal kekerasan seksual.

“Walaupun tadinya pacaran suka sama suka, tapi kalau sudah memaksa maka bisa kena pasal kekerasan seksual. Ridho musti hati-hati,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Tim Pemenangan, M Ridho Ficardo - Bachtiar Basri, Yandri Nazir di Bandar Lampung enggan mengomentari adanya video pengakuan Sinta Melyati. "Saya enggak berkomentar lah soal itu," ungkap dia saat dihubungi, Minggu (3/6).

Anggota DPRD Lampung inipun mengarahkan untuk membicarakan hal lain.

"Kita ngobrolin yang lain saja lah," ucapnya.

Kesaksian Sinta Melyati

Kepada Bergelora.com dilaporkan sebelumnya dalam petikan kesaksiannya Sinta Melyati menceritakan dirinya memang berpacaran dengan Ridho Ficardo yang saat itu adalah Gubernur Lampung.

“Apa yang dijanjikan beliau (Ridho-red) agar saya mau jadi pacar beliau, belum satupun diwujudkan beliau. Saya dijanjikan akan dinikahi  dan diberikan nafkah,” ujar Sinta Melyati.

Sinta juga menceritakan detil ketika Ridho Ficardo memaksa dirinya berhubungan badan, padahal dirinya sedang berhalangan karena sedang menstruasi.

“Saya berangkat ke Bandung dan tiba jam 4 subuh, beliau masih tetap meminta saya melayani beliau. Beliau tidak peduli saya capek, sakit atau gak bisa pun, beliau tidak peduli dan tetap memaksa saya. Akhirnya walaupun berhalangan, saya dipaksa melayani berhubungan. Itu untuk terakhir kalinya,” kata Sinta dalam kesaksiannya.

 

(Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh