Politik
Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah (Ist)

SEMARANG- Setelah nanti terpilih menjadi Gubernur Jawa Tengah kembali, Ganjar Pranowo diharapkan dapat segera membersihkan sistim pendidikan di Jawa Tengah dari pengaruh intoleransi dan radikalisme. Hal ini menjadi harapan besar masyarakat Jawa Tengah.

“Jawa Tengah tidak boleh dijadikan basis pendidikan intoleransi dan radikalisme. Pak Ganjar punya tugas berat untuk membersihkan Jawa Tengah dari semua kegiatan pendidikan yang intoleran,” demikian ujar Kartolo, orang tua murid kepada Bergelora.com di Pemalang, Senin (4/6).

Sementara itu, Surtini, guru sekolah dasar di Salatiga menjelaskan bahwa, hanya pemimpin yang nasionalis yang bisa dipercaya menjaga Jawa Tengah dari ancaman pecah belah masyarakat dari  gerakan intoleran.

“Bahaya kalau Jawa Tengah dibiarkan jatuh ke tangan  gubernur yang membiarkan gerakan intoleransi berkembang. Lihat saja dalam sistim pendidikan kita saat ini. Mengerikan,” katanya terpisah.

Sebelumnya, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah menyatakan siap bekerja sama secara intensif dengan Ganjar Pranowo. Kerja sama itu jika Ganjar terpilih kembali sebagai gubernur Jateng untuk periode selanjutnya.

"PGRI mengakui kinerja impresif Gubernur Ganjar pada periode pertama dalam dunia pendidikan sehingga kami siap diajak bicara lagi ke depan," kata Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah Widadi di Semarang, Sabtu (2/6).

Widadi mengemukakan hal itu dalam dialog jajaran PGRI Jateng dengan Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Dialog yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan itu juga dihadiri oleh Ketua Dewan Kehormatan Guru Indonesia PGRI Sudharto dan Rektor Universitas PGRI Semarang Muhdi, serta puluhan pengurus dan anggota PGRI Jateng.

Sementara itu, Rektor UPGRIS Muhdi mengapresiasi inisiatif Ganjar Pranowo dalam memperjuangkan nasib guru guru tidak tetap hingga ke Presiden Joko Widodo.

"Bahkan berkat perjuangan Ganjar Pranowo bersama PGRI, pemerintah pusat menyatakan akan merekrut 100 ribu guru," ujarnya.

Muhdi bahkan mendoakan Ganjar Pranowo terpilih sebagai Gubernur Jateng periode 2018-2023 sehingga bisa bekerja sama lebih baik lagi dengan PGRI.

"Kami siap membantu Pak Ganjar dalam berkontribusi memikirkan pendidikan di Jateng," katanya.

Peserta dialog mengusulkan agar pejabat di jajaran dinas pendidikan ditempati orang-orang yang berkompeten. Selain itu, ada bantuan alat kesenian berupa gamelan di sekolah-sekolah.

Dalam kesempatan itu, Ganjar Pranowo menyebutkan solusi pendidikan Indonesia bukan dengan meniru sistem pendidikan dari negara Finlandia. Dia mengatakan solusi pendidikan di Indonesia harus dikembalikan pada substansi mendidik, yakni menempa moral serta etika manusia.

"Saya pernah ke Finlandia, ke LAN-nya (Lembaga Administrasi Negara), pejabat tingginya orang partai, saya tanya bagaimana anda memisahkan kepentingan politik dan profesionalisme birokrasi, jawabannya etika," ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Ganjar mengaku sedih ketika mendapati kenyataan masih banyak guru yang menyuap agar bisa naik pangkat menjadi kepala sekolah. Suami Siti Atikoh itu juga prihatin ada orang yang mau mendirikan sebuah sekolah, tetapi mencoba kolusi.

"Orang itu menyatakan akan mendukung Ganjar pada Pilgub Jateng jika izin pendirian sekolah diterbitkan, lalu saya bilang silakan mendaftar nanti diverifikasi, eh dijawab 'wong mau didukung kok gak mau bantu', terus saya balas lagi kalau mendukung silakan, kalau pakai syarat tidak usah," ujarnya. (Saraswati)

Add comment

Security code
Refresh