Politik
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un bertemu Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di Singapura, Selasa (12/6). (Ist)

JAKARTA – Akhirnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump menemui pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un di Singapura, Selasa (12/6). Pertemuan bersejarah antara dua negara ini pertama kali dilakukan setelah kekalahan invasi Amerika Serikat dalam Perang Korea pada tahun 1950-an yang membelah Semenanjung Korea menjadi utara dan selatan.

Selepas pukul 09:00, Kim dan Trump muncul di hadapan wartawan yang suda menunggu mereka, lalu berpose di depan bendera-bendera besar kedua negara. Bersalaman selama beberapa belas detik, lalu berbalik ke arah wartawan, untuk berpose.

Donald Trump dan Kim Jong-un menjadi presiden AS dan pemimpin Korea Utara pertama yang akhirnya bertemu setelah setahun sebelumnya saling melontarkan ancaman.

Trump dan Kim bertemu dan berjabat tangan di Capella, sebuah hotel mewah di Pulau Sentosa, sebuah kawasan wisata di Singapura, setelah sebelumnya sempat hampir gagal karena dibatalkan secara sepihak oleh Trump. Mereka sekarang siap untuk membahas perlucutan senjata nuklir dan meredakan ketegangan di Semenanjung Korea.

“Ini merupakan kehormatan bagi saya. Saya merasa sungguh senang. Kami akan melangsungkan diskusi yang baik dan saya kira akan membuahkan keberhasilan besar. dan merupakan kehormatan bagi saya, dan kami akan menjalain hubungan yang sangat bagus, saya tak ragu (soal itu)," tambahnya.

Kim Jong-un menyambutnya, "Ya, tidak mudah untuk sampai ke pertemuan ini. Masa lampau ... dan prasangka-prasangka lama dan perilaku (lama) menjadi penghalang bagi upaya kita melangkah ke depan. Namun kita bisa mengatasinya dan kita kini berada di sini hari ini”.

“ Thank you, thank you,” demikian Kim.

Keduanya kemudian beranjak menuju ruangan pertemuan sebelum kemudian makan siang.

Reunifikasi Korea

Kepada Bergelora.com dilaporkan, menurut sumber dari tim Kim Jong Un, pembicaraan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) kedua kepala negara ini akan berfokus pada program nuklir kontroversial Korea Utara. Bagi Korea Utara sendiri, pertemuan ini penting untuk memulai perdamaian dengan Reunifikasi Semenanjung Korea. Hasil pembicaraan ini akan menentukan proses Reunifikasi Korea Utara yang sangat diharapkan rakyat Korea dibagian selatan dan utara sendiri.

“Tak pernah terbayangkan sebelum pertemuan ini, Korea akan dapat bersatu kembali. Presiden Trump adalah pemimpin yang bijaksana dalam mempercepat proses Reunifikasi Korea,” ujar sumber tersebut dikutip media Korea Utara. (Web Warouw)

.

Add comment

Security code
Refresh