Politik
Pertemuan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di Singapura, Selasa (12/6).

JAKARTA- Ketua Grup Kerja Sama Bilateral DPR RI-Parlemen Korea selatan Dr Evita Nursanty, MSc berharap agar pertemuan Donald Trump dan Kim Jong Un di Singapura bisa mempercepat proses Reunifikasi Korea, yaitu penyatuan kembali bangsa Korea yang telah terbelah menjadi Korea Utara dan Korea Selatan sejak tahun 1950-an akibat invansi Amerika Serikat di Semenanjung Korea.

“Kami berharap agar Donald Trump membantu upaya rakyat di kedua negara Korea Utara dan Korea Selatan untuk mewujudkan Reunifikasi Korea menjadi satu Korea. Karena mereka bersaudara, tetapi terpisah akibat perang panjang,” tegas Evita Nursanty kepada Bergelora.com di Jakarta, Selasa (12/6).

Ia juga menyambut baik pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un di Singapura, Selasa (12/6) sebagai upaya besar dan sangat menentukan perdamaian dunia di masa depan.

“Kita melihat arahnya sudah sudah on the track dengan apa yang sudah dihasilkan dalam Deklarasi Panmunjom 27 April 2018 lalu antara Kim Jong Un dan Moon Jae in. Stabilitas kawasan sangat penting, dan perdamaian ini sudah menjadi harapan dunia sejak lama, sejak perang Korea hampir 70 tahun. Ini perang yang sangat lama, dan dunia sedang menyaksikan perang itu sudah benar-benar berhenti saat ini,” kata

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini juga berharap pertemuan bersejarah antara Korsel dengan Korut di Zona Demiliterisasi April lalu dan pertemuan Trump dan Kim Jong Un di Singapura hari ini, bisa memperkuat proses perdamaian abadi dan stabil ke depan dengan kesungguhan semua pihak.

Menurut Evita, berdasarkan informasi yang dia dapat selama ini latihan bersama militer di perbatasan Korea memang  sudah cukup lama menjadi perhatian Korut, dan hal itu telah disampaikan kepada Trump, dan Trump hari ini sudah berkomitmen untuk menghentikannya. Bahkan menurut Trump dia akan menarik pasukan AS yang ada di perbatasan karena memang menghabiskan anggaran yang cukup besar. Termasuk komitmen untuk memberikan jaminan keamanan bagi Korut.

Meksi begitu, Evita menilai, proses perdamaian memang tidak bisa singkat.  Demikian juga dengan upaya pengakhiran ketegangan termasuk menghentikan latihan-latihan militer bersama sehingga kerja sama di berbagai bidang bisa dilaksanakan dengan komitmen-komitmen yang tulus para pihak.

“Kita mendukung pernyataan kedua pemimpin mengenai membangun era baru kedua negara dan tentunya era baru di kawasan yang lebih abadi dan stabil. Kita berharap hasil pertemuan kali ini bisa segera ditindaklanjuti Menlu Mike Pompeo dan pejabat tinggi Korut, termasuk pertemuan-pertemuan antar-Korea,” sambung Evita Nursanty lagi.

Evita sendiri berharap masing-masing pihak untuk melihat ke depan dengan tujuan yang kuat pada isu perdamaian dan kesejahteraan, dan mampu mengatasi sejumlah persoalan yang akan tetap ada di masa mendatang. Ia pun berharap terobosan-terobosan baru dalam diplomasi khususnya upaya Reunifikasi Korea di semenanjung Korea dapat segera berlangsung demi kesejahteraan rakyat di kedua Korea, utara dan selatan.

“Apa yang sedang terjadi di Semenanjung Korea ini harusnya bisa menjadi inspirasi bagi negara-negara lain atau tokoh-tokoh lain di dunia untuk menciptakan perdamaian abadi,” ucapnya.

Mengenai Indonesia, menurut Evita, Indonesia memiliki hubungan yang baik dengan Korut dan Korsel, dan sebagai sahabat akan tetap mendukung perdamaian proses Reunifikasi Semenanjung Korea, sehingga bisa mendorong peningkatan kerja sama yang lebih kuat di masa mendatang. (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh