Politik
Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto. (Ist)

JAKARTA- Jaringan Karya Bersama Joko Widodo (Jangkar Bejo) Lampung, M Alzier Dianis Thabrani yang mendukung Zulkifli Hasan untuk menjadi capres persama Presiden Joko Widodo 2019 mendapat reaksi pengurus Jangkar Bejo Provinsi Lampung. Ketua Jangkar Bejo Provinsi Lampung Ismet Roni menyatakan, Jangkar Bejo di Lampung mendukung Jokowi – Airlangga Hartarto untuk Pilpres 2019.

Jangkar Bejo merupakan relawan pendukung Joko Widodo yang bentuk atas inisiasi para tokoh Partai Golkar untuk Pilpres 2019. Kepengurusan Jangkar Bejo Provinsi Lampung telah ditetapkan sejak Maret 2018.

“Kami sadar Jangkar Bejo dilahirkan dari Partai Golkar. Dengan begitu kami mendukung Jokowi berpasangan dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto pada Pilpres 2019,” tegas Ismet Roni, Selasa (12/6).

Untuk itu, terkait adanya pernyataan yang mengatasnamakan Jangkar Bejo Pusat yang memasangkan Jokowi dengan selain Ketua Umum Partai Golkar, Ismet menegaskan itu merupakan pernyataan pribadi.

“Pernyataan Bang Alzier Dianis Thabranie yang mengatasnamakan Jangkar Bejo Pusat memasangkan Jokowi dengan Zulkfili Hasan Ketua Umum PAN itu tidak benar. Itu adalah pernyataan pribadi,” ujar Wakil Ketua DPRD Lampung itu.

Sebab, lanjutnya, berdasarkan konfirmasi pihaknya dengan Sekretaris Jendral Jangkar Bejo Pusat Syamsuddin Mandja ditegaskan bila pernyataan dukungan kepada Jokowi untuk berpasangan dengan Zulkifli Hasan tidaklah benar.

“Karena setelah kami konfirm ke Jangkar Bejo Pusat ditegaskan oleh Sekjen Samsudin Mandja bahwa pernyataan itu tidak benar,” tegas mantan Sekretaris DPD I Partai Golkar Lampung itu.

Hal ini dibenarkan oleh Sekretaris Jendral Jangkar Bejo Pusat Syamsuddin Mandja yang menyatakan organisasinya tidak mencalonkan Zulkifli Hasan menjadi calon wakil presiden Joko Widodo.

“Tidak benar kami mendukung Zulkifli Hasan. Saya heran Aljie mengatasnamakan Jangkar Bejo pusat. Dia bukan pengurus pusat,” ujarnya dalam video Youtube yang beredar di masyarakat.

Syamsuddin Mandja menegaskan agar masyarakat Lampung tidak terpengaruh dengan pernyataan sepihak dari Aljier.

“Satu satunya yang kita dukung dari pusat adalah Arilangga Hartarto berpasangan dengan JOko Widodo. Yang dinyatakan Aljier adalah tidak benar. Masyarakat Lampung jangan terlalu cepat mempercayai pernyataan Aljier,” ujarnya

Sebelumnya, politisi Lampung, M. Alzier Dianis Thabranie sebagai salah satu pengurus Jaringan Karya Bersama Joko Widodo (Jangkar Bejo) Lampung menyatakan dukungannya kepada Zulkifli Hasan untuk mendampingi Joko Widodo dalam pencalonan presiden 2019 nanti.

“Saya rasa yang lebih pantas dan ideal mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019 ya bapak Zukifli Hasan,” terang Alzier.

Lantas mengapa sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Lampung, dia tidak mendukung Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menjadi Calon Wakil Presiden mendampingi Jokowi?

“Sebenarnya Airlangga bagus, tapi jika ingin bicara ideal, lebih baik Zulkifli Hasan,” jelas Alzier.

Kepada Bergelora.com dilaporkan jaringan relawan Presiden Jokowi dibentuk. Kali ini dinamakan Jangkar Bejo. Organisasi ini ditingkat pusat dipimpin Gandung Pardiman, mantan anggota DPR RI yang juga mantan Ketua DPD Partai Golkar DI Jogjakarta. Sebagai pembina Presiden RI Jokowi dan Ketum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto. Lalu sebagai penasehat diketuai Luhut Binsar Panjaitan. Sementara sebagai pengarah dipimpin Loudwijk F. Paulus yang juga Sekretaris Jendral DPP Partai Golkar. (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh