Politik
Air mengepung pemukiman di Desa Jeruksari Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, Mei 2018 lalu. (Ist)

SEMARANG- Setelah terpilih kembali menjadi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo diharapkan bisa menuntaskan pembangunan sabuk pantai utara dari Brebes sampai Rembang, agar masyarakat yang sebagian besar adalah industri olahan, pedagang dan nelayan.tidak lagi menghadapi banjir rob dari laut utara pulau Jawa. Hal ini disampaikan oleh salah Maria Margaretha (Merry), seorang kader Partai Nasional Demokrat kepada Bergelora.com di Semarang, Kamis (14/6).

“Persoalan yang selalu dihadapi rakyat sepanjang Pantai Utara Pulau Jawa adalah sering kali terjadi banjir rob. Air pasang bisa berhari-hari. Sehingga mengganggu kegiatan perekonomian rakyat pinggir pantai. Rakyat butuh segera dibangunkan sabuk pantai utara,” ujarnya.

Sabuk pantai utara itu menurut Merry akan menahan air laut pasang tidak sampai menjadi banjir rob di daratan utara sepanjang utara Provinsi Jawa Tengah.

“Dengan adanya sabuk pantai utara maka akan mengamankan kehidupan perekonomian sepanjang pantai dari Brebes sampai Rembang. Sehingga rakyat tidak perlu mengungsi lagi kalau air pasang,” jelasnya.

Merry yang berasal dari Pekalongan menyampaikan pada waktu terjadi banjir rob di Kabupaten Pekalongan bulan Mei lalu, Gubernur Ganjar Pranowo langsung meninjau daerah banjir dan pemukiman korban yang mengungsi.

“Saat itu Ganjar sudah memerintahkan untuk diprioritaskan segera dibangun tanggul. Sebetulnya, anggaran sudah turun ke pemerintah kota sejak tahun lalu. Tapi pembangunan belum berjalan,” katanya.

Menurut Merry, tentu saja rakyat sepanjang pantai utara Jawa Tengah berharap, Ganjar Pranowo bisa segera menuntaskan pembangunan tanggul-tanggul yang menjadi sabuk di pantai utara.

“Setelah terpilih nanti rakyat berharap pembangunan segera berjalan, agar masyarakat tidak lagi tertimpa bencana banjir rob disepanjang pantai Jawa Tengah,” katanya.

Selain itu, bagi rakyat Jawa Tengah menurutnya, kepemimpinan Ganjar Pranowo sangat penting untuk menjaga kedamaian Jawa Tengah yang masyarakatnya terdiri dari beragam suku, agama dan etnis

“Kan kalau tidak stabil maka tidak akan ada kesinambugan pembangunan   infrastruktur di  Jawa Tengah, bencana alam tidak teratasi sehingga ekonomi terganggu, rakyat juga yang rugi,” ujarnya.

Lebaran Banjir

Hingga saat ini dilaporkan banjir rob masih menggenangi 50 persen dari jumlah rumah warga di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.

“Jumlah rumah warga di Jeruksari ada 1.300 rumah. 50 persen tergenang. Saat surut paling 20 sentimeter siang hari. Sore hari jadi 50 sentimeter,” demikian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Pekalongan Bambang Sujatmiko kepada media.

Ia menjelaskan pada 20 Juni mendatang akan terjadi puncak banjir rob pada pukul 16.00 sore dan akan surut pada pukul 23.00 malam.

“BMKG belum mengeluarkan ederan resmi. Tetapi sudah memprediksi akan terjadi gelombang tinggi di Laut Jawa,” ujarnya kepada media.

Sementara itu dikabarkan, menjelang lebaran tahun ini, ada 11 desa sudah tergenang banjir di Pekalongan.

“Hari ini sempat agak naik, tapi tidak tinggi dibanding sebelumnya. Hanya jalan-jalan yang rendah saja yang tergenang di desa desa itu,” jelasnya. (Saraswati)

Add comment

Security code
Refresh