Politik
Ketua Jaringan Kerakyatan Lampung Joni Fadli (Acong) (Ist).

BANDAR LAMPUNG- Semakin dekat hari pencoblosan Pilkada Serentak 2018 yang jatuh pada Rabu, (27/6), Ketua Jaringan Kerakyatan Lampung (JKL), Joni Fadli mengajak rakyat Lampung untuk nonton bareng video youtube ‘Kesaksian LENGKAP Sinta Melyati soal PENJAHAT KELAMIN’. Agar rakyat semakin yakin untuk tidak memilih kembali Ridho Ficardo menjadi Gubernur Lampung. Hal ini ditegaskannya kepada pers di Lampung, Rabu (20/6) Sore.

“Video Youtube pasti sudah sampai ke desa-desa di seluruh 15 kabupaten dan kota seluruh provinsi Lampung. Bisa di download ke MP4. Silahkan rakyat mulai nonton bareng. Bisa di handpone, di video atau pasang layar tancep di desa. Silahkan simpulkan bersama-sama untuk mengambil sikap nanti di TPS masing-masing,” tegasnya.

Ia menegaskan video kesaksian Sinta Melyati bukanlah bagian dari kampanye hitam (black campaign) yang berisi fitnah, tapi merupakan fakta kesaksian seorang perempuan korban penipuan dan kejahatan seksual yang dilakukan oleh pejabat publik, yang sekarang sedang mencalonkan dirik kembali menjadi gubernur Lampung.

“Ini adalah pendidikan politik buat rakyat. Rakyat berhak tahu dan bersikap terhadap calon pemimpin yang melakukan kejahatan seksual. Tujuannya jelas agar jangan terjadi lagi di Lampung dimasa depan,” ujarnya.

Menurutnya, sudah cukup rakyat Lampung dipimpin oleh orang yang tidak bertanggung jawab seperti Ridho Ficardo.

“Bayangkan anak perempuan kita, adik atau kakak kita, istri kita atau sahabat kita yang menjadi Sinta Melyati. Apakah kita akan diam saja. Tidak boleh lagi ada pejabat sewenang-wenang terhadap rakyatnya khususnya pada perempuan Lampung,” tegasnya.

Semakin banyak yang menyaksikan video kesaksian Sinta itu menurutnya akan semakin baik untuk menyadarkan rakyat yang belum sempat menonton kesaksian Sinta Melyati tentang kejahatan yang terjadi pada dirinya.

“Masa depan Lampung ada ditangan rakyat Lampung yang sadar dan menjunjung tinggi kemanusiaan, keadilan dan hak-hak kaum perempuan seperti Sinta Melyati yang telah dirampas oleh pejabat Negara yang bernama Ridho Ficardo,” tegasnya.

Ia menjelaskan, apabila seseorang sudah menonton kesaksian Sinta Melyati tersebut namun tetap tidak percaya dan masih memilih Ridho Ficardo untuk menjadi Gubernur Lampung maka orang tersebut harus ikut bertanggung jawab secara moral terhadap semua kejahatan yang dilakukan oleh Ridho Ficardo, bukan hanya terhadap Sinta Melyati tetapi kejahatan terhadap rakyat Lampung.

“Tetap memilih Ridho Ficardo berarti menginginkan rakyat Lampung dipimpin seorang pelaku kejahatan seksual. Artinya jelas, orang itu adalah bagian dari persekongkolan jahat dari pejabat publik yang melakukan kejahatan terhadap rakyatnya,” tegasnya.

Ia mengingatkan bagi rakyat yang belum mendapatkan video MP4 yang sudah beredar, bisa mengunggah atau menonton video tersebut di link: https://www.youtube.com/watch?v=VG3ZxP1wXeU dengan judul: ‘Kesaksian LENGKAP Sinta Melyati soal PENJAHAT KELAMIN’. Saat ini video youtube berdurasi 18.39 menit ini sudah ditonton sebanyak 11.393 kali sampai hari ini.

Kesaksian Sinta

Kepada Bergelora.com dilaporkan, dalam kesaksiannya, Sinta Melyati sempat meminta perlindungan Presiden RI, Joko Widodo dan Kapolri Tito Karnavian atas keselamatan dirinya. Hal ini disampaikan diujung penutup video kesaksian dirinya yang diunggah di Youtube beberapa waktu lalu.

“Saya ingin minta perlindungan pada bapak Presiden Jokowi. Perlindungan dari Pak menteri dan Bapak Kapolri untuk melindungi saya dari Mohammad Ridho Ficardo Gubernur Lampung,” demikian penutup kesaksian Sinta.

Sebelumnya Sinta menjelaskan bahwa dirinya berkali-kali dicari dan diajak bertemu kembali oleh Ridho Ficardo namun dirinya sudah tidak mau lagi bertemu.

“Saya tidak mencintainya lagi. Saya ingin hidup normal kembali. Saya tidak ingin hidup dibayang-bayangi beliau. Saya tidak ingin beliau  mencari saya kembali,” tegasnya.

Sebelumnya dalam petikan kesaksiannya Sinta Melyati menceritakan dirinya memang berpacaran dengan Ridho Ficardo yang saat itu adalah Gubernur Lampung.

“Apa yang dijanjikan beliau (Ridho-red) agar saya mau jadi pacar beliau, belum satupun diwujudkan beliau. Saya dijanjikan akan dinikahi  dan diberikan nafkah,” ujar Sinta Melyati.

Sinta juga menceritakan detil ketika Ridho Ficardo memaksa dirinya berhubungan badan, padahal dirinya sedang berhalangan karena sedang menstruasi.

“Saya berangkat ke Bandung dan tiba jam 4 subuh, beliau masih tetap meminta saya melayani beliau. Beliau tidak peduli saya capek, sakit atau gak bisa pun, beliau tidak peduli dan tetap memaksa saya. Akhirnya walaupun berhalangan, saya dipaksa melayani berhubungan. Itu untuk terakhir kalinya,” kata Sinta dalam kesaksiannya. (Salimah)

Add comment

Security code
Refresh