Politik
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Pj Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi. (Ist)

MEDAN- Usai prosesi pelantikan, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sempat memberikan kata sambutannya. Dalam kata sambutannya, ia menegaskan bahwa sesuai peraturan perundang-undangan, jabatan gubernur yang habis masa jabatannya, tak bisa ditambah atau dikurangi. Maka, harus diangkat seorang penjabat gubernur. Dalam kesempatan itu juga, Tjahjo mengucapkan terima kasih kepada Tengku Erry Nuradi yang telah menyelesaikan tugasnya dengan baik..

Tjahjo juga berpesan agar Eko Subowo yang baru dilantik sebagai Penjabat Gubernur bisa langsung bekerja. Terutama mendukung kerja penyelenggara pemilihan untuk mensukseskan Pilkada di Sumut. Dan harus cepat bergerak, bila KPUD memerlukan bantuan.

"Dukung dan ikuti apa arahan Kapolda, Panglima Kodam dalam  menjaga stabilitas. Sehingga masyarakat bisa memilih dengan  tenang. Dalam pendekatan hukum selalu berkoordinasi dengan pengadilan dan Kejari. Bangun komunikasi  dengan tokoh masyarakat  dan adat.  Dan bangun komunikasi dengan DPRD," katanya.

Penjabat Gubernur juga kata Tjahjo, punya tugas  memastikan program strategis pemerintah pusat berjalan dengan baik. Ia juga minta Penjabat  Gubernur Sumut melanjutkan program yang jadi skala prioritas gubernur  sebelumnya.

"Bangun konektivitas dengan daerah lain. Sumut ini Provinsi strategis. Berbatasan dengan beberapa provinsi juga dengan negara tetangga," katanya.

Tjahjo juga mengingatkan tentang arahan Presiden untuk membangun hubungan pusat dan daerah yang  efektif serta efesien. Dan mendorong percepatan reformasi birokrasi. Dalam kesempatan itu juga Tjahjo menegaskan, Penjabat Gubernur dan aparaturnya harus  berani melawan musuh republik. Radikalisme dan terorisme, telah jadi ancaman nyata bagi republik. Karena itu harus berani menentukan sikap siapa kawan siapa lawan. Mereka yang jelas ingin merubah Pancasila dan NKRI adalah musuh republik.

"Berani menentukan  siapa kawan, siapa lawan. Musuh kita adalah yang  anti Pancasila," katanya.

Ia juga mengingatkan masalah narkoba. Kata Tjahjo, narkoba juga telah jadi ancaman bagi bangsa. Indonesia sudah jadi pangsa pasar bagi para pengedar narkoba yang masuk lewat berbagai jalur tikus yang ada di Indonesia.  Setidaknya ada 300-an jalur tikus di perbatasan negara.

"Masalah ketimpangan sosial yang masih ada juga harus jadi perhatian. Angka kematian ibu hamil. Angka gizi buruk anak masih tinggi. Karena itu Pak  Jokowi membangun infrastruktur sosial dan ekonomi," katanya.

Tjahjo juga mengingatkan tentang area rawan korupsi. Terutama yang terkait dengan perencanaan anggaran. Dana hibah dan bansos. Serta pengadaan barang dan jasa.

Pegang Teguh Janji

Kepada Bergelora.com dilaporkan sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo secara resmi melantik Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Eko Subowo sebagai Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubernur Sumut) di Medan, Sumut. Eko akan menjabat sebagai Pj Gubernur Sumut sampai Gubernur Sumut hasil Pilkada dilantik.

Prosesi acara pelantikan itu sendiri dimulai pukul 08.23 Wib. Acara dimulai dengan pembacaan sumpah janji yang dibacakan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Eko Subowo sendiri diangkat dan dilantik  sebagai Pj Gubernur Sumut berdasarkan Keppres Nomor 107/P tertanggal 8 Juni 2018.

"Saya percaya anda dapat memegang teguh janji," kata Tjahjo usai membacakan sumpah janji,” kata Tjahjo Kumolo.

Kemudian acara dilanjutkan dengan penandatanganan  berita acara sumpah janji dan pakta integritas. Diikuti pemasangan tanda pangkat dan jabatan serta penyerahan Keppres.

Selanjutnya dilakukan  serah terima jabatan gubernur dari Tengku Erry Nuradi pada Eko Subowo. Serta penyerahan piagam kepada Gubernur Sumut demisioner Tengku Erry Nuradi dan  foto bersama. (Sugianto)

Add comment

Security code
Refresh