Politik
Wakil Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Lampung Selatan Heru ‘Telo’ Sahararita. (Ist)

BANDAR LAMPUNG – Menjelang pencoblosan Pilkada pada 27 Juni 2018, rakyat Lampung diharapkan bisa jeli dalam memilih Gubernurnya. Jangan lagi memilih orang yang amoral, pelaku kejahatan seksual dan tidak bertanggung jawab. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Lampung Selatan Heru ‘Telo’ Sahararita kepada pers di Bandar Lampung.

“Pokoke, rakyat jangan pilih pemimpin yang tidak bermoral dan pelaku kejahatan seksual. Malu sama rakyat Indonesia di luar sana. Masak gak ada orang lain yang lebih pantes,” tegasnya.

Mantan aktivis 80-an di Yogyakarta yang ikut menumbangkan Rezim Orde Baru Soeharto ini  juga menegaskan agar pemimpin Lampung mendatang ikut serta memberantas narkoba yang sudah merasuk di masyarakat Lampung.

“Jangan pilih pemimpin yang doyan nyabu (memakai sabu-red). Karena menjadi gubernur Lampung, harus bisa memberantas narkoba. Kalau gubernurnya doyan nyabu, program pemberantasan narkoba pasti macet,” tegasnya lagi.

Ia juga mengingatkan bahwa Provinsi Lampung membutuhkan pemimpin yang cerdas yang bisa mengatasi masalah yang sudah menumpuk dan menyebabkan penderitaan rakyat Lampung selama bertahun-tahun dibawah gubernur lama.

“Kerusakan lingkungan mendatangkan banjir. Sekolah rusak. Gizi buruk dimana-mana, jalanan provinsi rusak semua, gaji PNS gak dibayar. DBH (Dana Bagi Hasil-red) gak dibayar. Pertanian hancur. Semua yang merasakan rakyat desa di daerah-daerah,” tegasnya.

Lampung menurutnya saat ini membutuhkan pemimpin yang cerdas, bisa mensejahterahkan rakyat dan bersih dari urusan perselingkuhan.

“Karena gubernur akan menjadi contoh dan panutan bagi rakyat. Semua omongannya akan menjadi komando. Semua rencana pembangunannya akan dilaksanakan oleh aparat dan rakyatnya dari provinsi sampai desa-desa di pelosok,” tegasnya.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, gubernur akan datang menurut Heru harus mampu menggalang semua pihak untuk terlibat dalam pembangunan Lampung menjadi lebih baik. Agar rakyat merasakan manfaat dari pemimpin yang dipilihnya.

“Gubernur harus bisa mengerahkan aparat pemerintahannya, rakyat dan investor, untuk bersatu membangun Lampung disemua bidang. Sudah saatnya semua mendapatkan keuntungan dari pembangunan. Rakyat harus untung,” paparnya.

Ia mengingatkan rakyat bahwa Pilkada 2018 ini akan menentukan nasib rakyat lima tahun kedepan.

“Jangan sampai tidak memilih. Jangan sampai salah pilih. Karena hidup keluarga kita tergantung pilihan kita tanggal 27 Juni nanti,” tegasnya. (Salimah)

Add comment

Security code
Refresh