Politik
Nursyabani Katjasungkana. (Ist)

JAKARTA- Dukungan atas terpilihnya Arinal Djunaidi dan Chusnunia (Nunik) terus mengalir dari berbagai pihak. Setelah dukungan dan ucapan selamat dari Partai Gerindra dan Partai PDI-Perjuangan, menyusul ucapan selamat dari Nursyahbani Katjasungkana, Koordinator Nasional APIK, sebuah lembaga advokasi perempuan di Jakarta.

“Kami ikut bangga atas kemenangan rakyat Lampung untuk menolak calon gubernur pelaku kekerasan seksual. Ini bukti bahwa kesadaran rakyat Lampung yang tinggi untuk menghukum pejabat publik amoral seperti calon Gubernur Ridho Ficardo,” ujarnya kepada Bergelora.com Sabtu (30/6) di Jakarta.

Nursyahbani juga mengucapkan selamat kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia terpilih karena mendapat kepercayaan penuh dari rakyat untuk memimpin perubahan di Lampung.

“Selamat kepada mbak Nunik (Chusnunia) yang dipercaya rakyat menjadi wakil gubernur pertama di Indonesia. Dia membawa amanat rakyat Lampung dan harapan seluruh gerakan kaum perempuan di Indonesia,” tegasnya.

Selain Nursyabani Katjasungkana, akfivis perempuan Damairia Pakpahan juga mengucapkan selamat kepada rakyat Lampung yang telah memilih gubernurnya yang baru.

“Gerakan perempuan di Lampung telah berhasil mengungkap dan menyadarkan rakyat Lampung untuk memastikan pelaku kekerasan seksual tidak dipilih lagi untuk memimpin Lampung. Ini adalah bentuk baru dari gerakan perempuan yang didukung oleh media massa untuk melawan pelaku kekerasan seksual yang mencalonkan diri menjadi pejabat publik,” ujar pelopor gerakan perempuan Tjut Nyak Dien di Yogyakarta di era 1980-an ini.

Menurut Damairia, kekalahan pelaku kejahatan seksual dalam Pilkada Lampung menjadi tonggak baru bagi gerakan perempuan Indonesia yang akan segera mengkonsolidasikan gerakan perempuan menjadi lebih kuat.

Damairia Pakpahan. (Ist)

“Jangan lupa, bahwa walaupun Ridho Ficardo sudah kalah dalam Pilkada, tapi nasib Sinta Melyati masih belum jelas. Gerakan perempuan akan segera mengkonsolidasikan diri untuk mengadvokasi Sinta Melyati,” ujarnya.

Damairia berharap, kasus Sinta Melyati sebagai korban penipuan dan kejahatan seksual bisa segera masuk ke proses hokum agar menjadi jelas penyelesaiannya di masyarakat.

“Kepada kawan-kawan gerakan perempuan Lampung, kami berharap melanjutkan perjuangan yang akan kami dukung penuh secara nasional,” ujarnya.

Perhitungan KPU

Kepada Bergelora.com dilaporkan, hitung cepat KPU di Pilkada Serentak 2018 sejumlah daerah sudah hampir final dengan data yang masuk di atas 90 persen. Di Lampung, pasangan Arinal Djunaidi-Chusnunia (Nunik) yang diusung Golkar, PKB dan PAN tak mungkin terkejar.

"Data hasil pada hitung cepat berdasarkan entri Model C1 apa adanya. Hasil pada hitung cepat merupakan hasil sementara dan tidak bersifat final. Jika terdapat kesalahan pada model C1 akan dilakukan perbaikan pada proses rekapitulasi di tingkat atasnya," demikian penjelasan KPU di situsnya.

Berikut hasil hitung cepat KPU di wilayah Lampung hingga Jumat (29/6), pukul 17.45 WIB dengan data masuk 99,06% adalah Muhammad Ridho Ficardo-Bachtiar Basri 1.026.905 suara (25,32%), Herman Hasanusi-Sutono 1.044.925 suara (25,77%), Arinal Djunaidi-Chusnunia 1.534.051 suara (37,83%) dan Mustafa-Ahmad Jajuli 449.437 suara (11,08%) (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh