Politik
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo saat melantik Pejabat Gubernur Jawa Barat, M. Iriawan (Ist)

BANDUNG- Rakyat Jawa Barat mendukung penuh kinerja pejabat Gubernur M. Iriawan untuk menciptakan kondisi aman dan damai dalam Pilkada 2018 ini. Hal ini ditegaskan  Azmi Halim dari Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia ( LAKSI) dalam siaran persnya yang diterima Bergelora.com di Bandung, Kamis (5/7).

LAKSI  memberikan mengapresiasi kinerja Pj Gubenur Jabar M. Iriawan,  sebagai Pj Gubenur Jabar yang selalu memberikan intruksi kepada jajarannya di pemda sampai tingkat kelurahan untuk menjaga anggota PNS dari sikap yang tidak netral dalam Pilkada 2018 ini. 

“Gubernur Iriawan selalu menegaskan berulang kali kepada para aparatur negara di Jabar untuk mengawal pesta demokrasi di daerah yang sangat luas ini untuk menjaga keamanan dalam pesta demokrasi tersebut,” ujarnya. 

Menurutnya, sosialisasi yang terus dilakukan oleh Pejabat Gubenur Jabar telah berhasil memberikan dampak yang baik dalam pelaksanaan pilkada sehingga hari pencoblosan dan hasil penghitungan suara relatif tidak adanya gangguan keamanan yang signifikan.

“Tidak terbukti kecurigaan terhadap Iriawan tidak dapat menjaga netralitas dalam Pilkada. Justru Iriawan berhasil memberikan contoh yang baik untuk seorang pejabat negara yang dapat memegang amanah dan mampu menjaga netralitas pilkada,” katanya. 

"Pak Iriawan itu programnya menjaga netralitas. Menjamin netralitas dan tidak akan ada konflik kepentingan. Jika tidak netral siap ditarik menjadi Pj Gubernur.  Netralitas dan profesionalitas Iriawan juga sudah terbukti saat masih menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Sikap itu ditunjukkan ketika mampu mengamankan ibu kota saat berlangsungnya pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2017.

"Jangan ada yang ragukan lagi netralitas Iriawan selaku Pj Gubenur Jabar. Dia orang yang profesional, masyarakat Jabar bangga memiliki sosok yang mampu bekerja sesuai harapan dari masyarakat.  Komjen Iriawan orang yang sangat dekat dengan masyarakat Jawa Barat. Masyarakat mengapresiasi kemampuan leadership beliau memimpin Jabar,” tegasnya. 

Selain itu Untuk tingkat partisipasi, dalam pemilu angkanya cukup signifikan. Dari laporan Desk Pilkada Pemprov Jabar, angka partisipasi masyarakat pada Pilgub Jabar 2018 mencapai 71 persen.

"Partisipasi masyarakat di perbatasan juga signifikan seperti Depok asalnya 54 persen jadi 69 persen. Kota Bekasi luar biasa di atas 70 persen," katanya

Kondisi ini memperlihatkan suksesnya pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan di Jabar. Semua pihak mulai dari KPU, Bawaslu, pemerintah, aparat keamanan dan pihak lainnya ikut berkontribusi menyukseskan Pilkada serentak 2018.

"Saya kira sumbangsih semua pihak suasana Pilgub yang kondusif dan kredibilitas penyelenggara mempengaruhi meningkatnya partisipasi pemilih,” katanya.

Kepad Bergeloracom dilaporkan, aparat keamanan menurutnya telah mengantisipasi adanya gangguan teror dan serangan fajar jelang pencoblosan Pilkada Jabar 2018 ini dengan meningkatkan kewaspadaan. (Martinus Ursia)

Add comment

Security code
Refresh