Politik
Mendagri, Tjahjo Kumolo. (Ist)

SUMEDANG- Para lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri  (IPDN) adalah aparatur perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di didik dengan sistem Pengajaran, Pelatihan, dan Pengasuhan (Jarlatsuh) dengan pola kumpul, sebar dan kumpul di 8 kampus IPDN. Mereka nantinya akan ditempatkan di daerah penugasannya dengan sistem cross provinsi. Diharapkan

“Para lulusan IPDN adalah aparatur perekat NKRI. Para lulusan IPDN angkatan XXV akan ditempatkan di daerah penugasan dengan sistem cross provinsi, ini sesuai arahan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, " kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo kepada Bergelora.com di Jakarta, Senin (30/7).

Sebelumnya di Kampus IPDN, di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Jumat (27/7) Mendagri Tjahjo Kumolo hadir dalam pelantikan 1.456 lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)  Angkatan XXV. Mereka dilantik menjadi Pamong Praja Muda. Pelantikan dilakukan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Menurut Tjahjo, para lulusan IPDN yang diwisuda Presiden, adalah putra-putri terbaik dari seluruh Indonesia. Mereka diwisuda setelah menjalani  pendididikan selama  4 tahun dengan sistem Pengajaran, Pelatihan, dan Pengasuhan (Jarlatsuh).

"Para lulusan IPDN ini telah menjalani pendidikan dengan  penempatan di 8 Kampus IPDN dengan pola kumpul, sebar dan kumpul," katanya.

Selama menjalani pendidikan di kampus pamong praja, kata Tjahjo, mereka telah dibekali ilmu dan teori kepemerintahan dan pembentukan mental kepribadian. Para praja IPDN yang diwisuda saat ini, juga telah  melaksanakan praktek lapangan satu, dua, tiga, dan empat. Mereka juga telah menjalani  Program Bhakti Karya Praja dan KKN.

"Para lulusan IPDN juga telah melaksanakan praktek lapangan membangun rumah masyarakat menjadi layak huni dan penataan administrasi pemerintahan desa, kelurahan dan kecamatan," ujar Tjahjo.

Tidak hanya itu, para lulusan IPDN angkatan XXV, lanjut Tjahjo, juga dibekali dengan materi revolusi mental. Seperti diketahui, kampus IPDN telah ditetapkan sebagai kampus penggerak revolusi mental. Jadi lulusan IPDN tak lain adalah  kader penggerak revolusi mental. Tjahjo pun berharap, sebagai kader penggerak revolusi mental, para lulusan IPDN bisa menjabarkan program Nawa Cita dan Trisakti.

"Mereka juga telah bekerjasama dengan TNI dan Polri serta seluruh komponen bangsa untuk membangun bangsa dan negara melalui Ideologi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan penjaga keutuhan NKRI," ujarnya.

Selain itu, selama di IPDN, kata Tjahjo, para praja dibekali dengan materi kebijakan strategis nasional terkini.  Pembekalan oleh pimpinan KPK, Kepala BNN, Panglima TNI dan Kapolri. Dan pembekalan mengenai  kebijakan strategis daerah oleh gubernur dan bupati atau walikota yang berhasil.

"Jadi hari ini adalah hari bahagia  pelantikan 1.456 pamong Praja Muda yang akan dilantik langsung oleh Bapak Presiden RI Bapak Joko Widodo," ujarnya.

Tjahjo menambahkan dalam pelantikan, akan diberikan penghargaan kepada lulusan terbaik. Untuk program S1, penghargaan lulusan terbaik akan diberikan pada  Adnan Handaru Anpio Tikoto, praja asal Provinsi Lampung. Ia menjadi praja  penerima Kartika Pradnya Utama. Sementara  lulusan terbaik Program D-IV atasnama Puspita Dewi Pratiwi Fitrah, praja asal Sulawesi Selatan. " Ia akan menerima  penghargaan Kartika Astha Brata," katanya. (Martinus Ursia)

Add comment

Security code
Refresh