Politik
Presiden Jokowi menerima Menlu Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo, di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (5/8). (Ist)

JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Amerika Serikat (AS) agar tetap memberikan kebijakan Generalized System of Preferences (GSP) atau fasilitas bebas bea masuk bagi barang-barang produk Indonesia, karena produk yang diekspor Indonesia tersebut terkait dengan produk yang diekspor oleh AS.

Permintaan tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi saat menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo, di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (5/8) pagi.

Presiden Jokowi sebagaimana disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi yang mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut mengatakan, kalau dilihat dari barang-barang yang ada di dalam GSP, maka 53% dari barang-barang tersebut adalah terkait dengan produk yang diekspor oleh Amerika.

“Jadi 53% di antaranya terkait dengan proses produksi yang diperlukan oleh Amerika,” kata Menlu kepada wartawan usai pertemuan.

Sebelumnya, lanjut Menlu, dalam pertemuan Presiden Jokowi dengan Menlu Mike Pompeo yang berlangsung dalam suasana sangat bersahabat itu itu telah dibahas beberapa isu.

Pertama, jelas Menlu, adalah komitmen Amerika dan juga tentunya Indonesia untuk melanjutkan strategic partnership yang dimiliki kedua negara sejak tahun 2015.

“Jadi hubungan bilateral kita dibangun berdasarkan strategic partnership dan Presiden juga mengatakan bahwa strategic partnership yang kita bangun itu hendaknya tidak hanya bermanfaat bagi dua negara, tetapi juga untuk dunia,” kata Menlu.

Kemudian yang kedua, terkait masalah kerja sama ekonomi, Menlu menjelaskan, mengenai hal ini nantinya Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita nanti akan menjelaskan lebih lanjut. Namun intinya, jelas Menlu, adalah komitmen kedua negara lagi untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, terutama di bidang perdagangan.

Dijelaskan Menlu,  bahwa Mendag baru saja berkunjung ke Amerika Serikat, berbicara dengan counterparts-nya dan juga dengan private sectors di Amerika. Dan dari kunjungan tersebut intinya tampak komitmen mereka untuk terus meningkatkan perdagangan yang saling menguntungkan.

“Presiden mengatakan bahwa kalau kita lihat dari jenis barang yang kita perdagangkan, maka  sifatnya tidak saling berkompetisi satu sama lain. Oleh karena itu akan lebih mudah bagi kita untuk meningkatkan kerja sama perdagangan,” ungkap Menlu.

“Jadi untuk bilateral, dua hal itu yang dibahas, perdagangan kemudian payungnya adalah strategic partnership,” sambung Menlu.

Semenanjung Korea

Selain soal hubungan perdagangan kedua negara, dalam pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo, di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (5/8) pagi, juga dibahas mengenai situasi di kawasan Semenanjung Korea.

“Secretary Pompeo kan baru saja juga berkunjung ke Pyongyang (Korut) pasca KTT Presiden Trump dengan Presiden Kim Jong Un. Disampaikan bahwa memang ada kemajuan, tetapi kemajuannya tidak secepat yang diharapkan,” kata Menlu Retno Marsudi kepada wartawan usai mendampingi Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi, ungkap Menlu, menyampaikan bahwa Indonesia ingin melihat stabilitas dan denuklirisasi di Semenanjung Korea. Oleh karena itu, lanjut Menlu, Indonesia terus mendukung terciptanya stabilitas dan perdamaian di Semenanjung Korea.

Bahkan Presiden Jokowi, lanjut Melu, menyampaikan keinginannya menggunakan Asian Games XVIII Tahun 2018 yang digelar di Indonesia ini untuk merekatkan persahabatan antara masyarakat dua negara.

“Jadi di dalam konteks P-to-P (private to private)-nya, Asian Games dapat digunakan. Karena kan yang penting dalam kita membahas proses perdamaian yang harus terus dijaga itu adalah trust, confidence–building measures harus dibangun terus,” jelas Menlu seraya menambahkan, Indonesia ingin memberikan kontribusi di dalam trust dan confidence–building measures terutama terkait dengan P-to-P antara masyarakat.

Selain soal Semenanjung Korea, dalam kesempatan itu menurut Menlu, Presiden Jokowi juga menyampaikan tentang isu Palestina. Ia menegaskan, Palestina merupakan prioritas politik luar negeri Indonesia, ada di setiap hati masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, Presiden terus berharap agar Amerika Serikat memberikan peran yang kontributif kepada proses perdamaian.

“Presiden mengatakan bahwa two state solution is the only solution, karena solusi ini yang dinilai oleh Presiden paling valuable dan lasting, paling dapat dilakukan,” kata Menlu.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, mendampingi Presiden Jokowi saat menerima kunjungan kehormatan Menlu AS Mike Pompeo itu adalah Menlu Retno Marsudi, Mensesneg Pratikno, Mendag Enggartiasto Lukita, dan Dubes RI untuk AS Budi Bowoleksono. (Enrico N. Abdielli)

Add comment

Security code
Refresh