Politik
Ketua Umum Seknas Jokowi, M. Yamin. (Ist)

JAKARTA - Relawan Jokowi mengingatkan lawan politik Joko Widodo untuk tidak memelintir pernyataan Presiden ke-7 RI itu saat memberi sambutan pada rapat umum bersama relawan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Sabtu (4/8) kemarin.

Menurut Ketua Umum Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi, Muhammad Yamin, mantan Wali Kota Surakarta itu hanya meminta para relawan melakukan kampanye dengan cara yang baik di Pilpres 2019 mendatang. Antara lain, tidak membangun permusuhan, ujaran kebencian, fitnah, tidak suka mencela dan menjelekkan orang lain.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu, kata Yamin, juga meminta relawan tidak takut bila mendapat serangan dari lawan politik.

Namun, pernyataan tersebut anehnya diputarbalikkan pihak tertentu, seolah Jokowi mengajak relawan berbuat anarkis. Padahal, hanya mengingatkan relawan tidak boleh takut. Bukan sebaliknya, berbuat anarkis mengajak orang untuk berkelahi.

"Kami perlu mengingatkan, ini merupakan bukti, bahwa pernyataan Pak Jokowi kerap diputarbalikkan oleh pihak tertentu. Selama ini kami diam, bukan berarti tidak siap melawan," ujar Yamin di Jakarta, Senin (6/8).

Yamin menegaskan, para relawan tidak akan tinggal diam jika mereka terus diserang dengan cara-cara yang tidak sehat. Karena jika dibiarkan, tidak sehat bagi keberlangsungan demokrasi di Indonesia untuk masa yang akan datang.

"Kalau terus menerus diserang dengan cara-cara tidak sehat, kami siap melawan. Tapi konteksnya bukan fisik,” pungkas Yamin.

Ia mengingatkan bahwa bangsa ini sudah lelah dengan berbagai provokasi dan umbaran kebencian mengadu domba antar rakyat dengan isu SARA (Suku Ras dan Agama).

“Kalau mau menang bukan begitu caranya berdemokrasi. Demokrasi punya tujuan, yaitu kemajuan bangsa, bukan untuk menghancurkan bangsa. Rakyat Indonesia tidak bodoh,” tegasnya kepada Bergelora.com (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh