Politik
Ketua Aliansi Santri-Nasionalis Sumut Muhammad Ikhyar Velayati Harahap ketika mendampingi Ketum PKB Drs.H.Muhaimin Iskandar Pada Tablig Akbar di Pesantren Modren Darul Muhsinin Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara, Senin (13/5). (Ist)

MEDAN- Aliansi Santri-Nasionalis (ASN) Sumatera Utara tetap konsisten untuk mendukung pasangan JOIN (Jokowi-Ma’ruf Amin ) sesuai arahan Ketua Umum Partai PKB dan Presiden Santri se-Dunia Drs. H. Muhaimin Iskandar (Cak Imin) pada pilpres 2019.

"Aliansi Santri-Nasionalis (ASN) Sumatera Utara dulu mendukung Paket JOIN (Jokowi-Cak Imin) dan akan tetap JOIN  sesuai Intruksi dan arahan Ketua Umum Partai PKB dan Presiden Santri se-Dunia, walaupun komposisi paketnya berubah yaitu Jokowi-Ma’ruf Amin “kata Ketua ASN Sumut Muhammad Ikhyar Velayati Harahap kepada Bergelora.com di Medan, Minggu (12/8).

Dukungan dan konsistensi terhadap pasangan Nasionalis – Relejius (Jokowi-Ma’ruf Amin)  didasari atas berbagai pertimbangan, salah satunya situasi politik yang muncul akhir akhir ini mengancam keberadaan kesatuan dan persatuan NKRI.

“ASN memahami bahwa terpilihnya Ketua MUI dan Mustasyar PBNU Prof Dr Kyai Haji Ma’ruf Amin mendampingi Presiden Jokowi pada Pilpres 2019 merupakan takdir Allah untuk menjaga keutuhan NKRI dari serangan ideologi dan gerakan islam radikal yang anti NKRI, karena sejatinya NKRI merupakan hasil ijtihad dan perjuangan ulama/Kyai bersama elemen bangsa lain sebagai jembatan emas menuju masyarakat yang sejahtera Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur,” lanjut Ikhyar yang juga di kenal sebagai Ketua PKNU Sumut.

Dengan kondisi tersebut, Ikhyar optimis sosok KH Ma’ruf Amin bisa menjadi figur yang menangkal serangan tersebut.

Pasalnya KH Ma’ruf Amin merupakan representasi dari sosok Kyai Sepuh kaum Nahdliyin yang sangat di hormati umat islam yang juga punya kompotensi  di bidang ekonomi, pengalaman di legislatif dan lama di pemerintahah  serta aktif mengadvokasi nasib umat di tingkat akar rumput dan juga di kenal penyambung aspirasi sosial ekonomi di tingkat pedesaan.

“KH Ma’ruf Amin merupakan seorang ulama yang mempunyai pengalaman dan kompotensi di berbagai bidang. Beliau pernah punya pegalaman menjadi anggota DPRRI dari dua partai sekaligus yaitu PPP(1973-1977) serta anggota DPRRI dari PKB  (1999-2004). Selain itu Kyai Ma’ruf Amin merupakan mantan Rois Syuriah PBNU (1994-1998)  & Mustasyar PBNU (1998).  Dengan pengalaman yang mumpuni di legislatif dan Parpol PKB maka beliau akan bisa menjadi jembatan ke Parpol yang ada di parlemen khususnya Parpol Islam, “ jelas Ikhyar.

Ikhyar menambahkan, KH Ma’ruf Amin juga merupakan seorang akademisi yang mempunyai kompotensi bidang ekonomi islam, hal ini terlihat dari jejak rekan beliau sebagai Komite Ahli Pengembangan Bank Syariah Bank Indonesia (1999)  dan Ketua Harian Dewan Syariah Nasional MUI (2004-2010).

Sebagai Ketua MUI dan mantan Rois Syuriah PBNU (1994-1998)  & Mustasyar PBNU (1998) ideologi dan loyalitas KH Ma’ruf Amin terhadap pancasila dan keutuhan NKRI tidak di ragukan lagi karena beliau juga merupakan anggota Badan Pertimbangan Ideologi Pancasila di era vPresiden Jokowi. Di pemerintahan kyai kharismatik ini juga pernah duduk sebagai  Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (2007) - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (2010-2014) 

Ikhyar menegaskan perpaduan antara Jokowi dengan KH Ma’ruf Amin akan melahirkan kekuatan poros Nasionalis-Nahdliyin. Yang mampu menjaga tegaknya NKRI dan membawa Indonesia menjadi adil dan makmur.

Add comment

Security code
Refresh