Politik
KH Ma’aruf Amin, Bakal Calon Wakil Presiden

JAKARTA- KH Ma’aruf Amin, Bakal Calon Wakil Presiden menyatakan kesiapan dirinya untuk bekerja bersama dengan Bakal Calon Presiden, Joko Widodo untuk memimpin rakyat Indonesia menuju masyarakat lebih adil dan sejahtera. Hal ini ditegaskannya seusai acara Pekan Orientasi Caleg DPR RI Partai NasDem 2019, di Jakarta, Minggu (2/9).

“Saya siap membantu pak Jokowi untuk mempersiapkan runway bagi Indonesia untuk tinggal landas tinggal landas 2024 menuju masyarakat yang lebih adil dan sejahtera,” tegasnya.

Ma’aruf Amin juga menegaskan untuk dimasa akan datang sudah tidak perlu lagi ada persoalan kebangsaan yang menghambat Indonesia untuk maju menyongsong dunia baru yang lebih baik.

“Persoalan kebangsaan kita sudah final. Tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun. Kita bangsa Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika dalam Republik Indonesia. Tidak ada yang lainnya,” hal ini menjawab keraguan beberapa kalangan terhadap ancaman kebangsaan yang marak akhir-akhir ini oleh sekelompok orang yang ingin merubah Republik Indonesia menjadi negara Islam.

Soal Ketua Umum Tim Pemenangan Jokowi-Ma’aruf Amin, ia menjelaskan bahwa saat ini sedang disiapkan kepemimpinan yang kuat yang bisa diterima dan menggalang seluas-luasnya dukungan dari seluruh rakyat Indonesia.

“Tentu orangnya harus punya kemampuan manajemen yang kuat dan memiliki visi persatuan untuk kepentingan bangsa dan negara. Akan kita umumkan tanggal 7 September,” tegasnya.

Redistribusi Tanah

Sebelumnya kepada Bergelora.com dilaporkan, saat memberikan sambutan Ma'ruf Amin menyinggung persoalan tanah di era sebelum Presiden Joko Widodo memimpin Indonesia.

Menurutnya, saat ini pemerintahan Jokowi telah berupaya menghilangkan disparitas atau kesenjangan di berbagai daerah melalui pembangunan infrastruktur dan redistribusi lahan kepada pengusaha kecil, koperasi serta pesantren.

"Makanya ketika ada orang mengatakan bahwa pada masa Jokowi pada masa pemerintah sekarang, banyak tanah-tanah dikuasai sekelompok masyarakat, dia (Jokowi) katakan itu tak benar. 'Saya tidak pernah ngasih satu hektare pun pada konglomerat' itu dia (Jokowi) bilang," kata Ma'ruf

"Jadi yang ngasih bukan Pak Jokowi, tapi orang sebelumnya itu. Saya tidak tahu orangnya, pokoknya sebelumnya," lanjut Ma'ruf.

Meski tidak menyebutkan, pemerintahan sebelum Jokowi dipimpin SBY selama dua periode 10 tahun. Periode pertama, SBY berpasangan dengan Jusuf Kalla dan di periode kedua dengan Boediono. Sebelum era SBY, Indonesia dipimpin oleh KH Abdurahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Soeharto dan Sukarno.

Ketua Umum MUI nonaktif ini melanjutkan, Jokowi justru mengatakan kepadanya bahwa sebanyak 12,7 juta hektare lahan tersisa dibagikan kepada koperasi dan pesantren.

"Saya kira ini pemihakan beliau pada kelompok usaha kecil dan beliau juga menawarkan program kemitraan. Jangan dibenturkan," ujarnya.

Selain itu, Ma'ruf mengatakan saat ini ada kelompok yang juga mengembuskan isu yang disebut 'Mari Bung Rebut Kembali'.

"Kata presiden tidak mari bung rebut kembali, tapi kemitraan, kolaborasi antara pengusaha, koperasi bersama kemitraan," ujarnya.

Dengan kemitraan, kata Ma'ruf, maka produk hasil tanah yang ditanami rakyat dibeli melalui dengan sistem kolaborasi. Konsep ini disebut memberi nilai tambah pada produk lokal untuk dapat bersaing.

"Saya diberi informasi, di Sulawesi Selatan itu yang namanya coklat cuma seribu rupiah tapi begitu masuk Singapura jadi Rp19 ribu. Berarti, nilai tambah tidak dimiliki pengusaha lokal. Mari kita upayakan agar nilai tambah diperoleh oleh pengusaha kita di daerah," katanya.

Ma'ruf Amin kemudian mengatakan Presiden Jokowi telah menyiapkan landasan yang kuat di segala bidang selama tiga tahun kerjanya.

"Tiga tahun kerja beliau efektif untuk persiapkan landasan di segala bidang, terutama di bidang infrastruktur,” imbuhnya.

Menurut Ma'ruf, sosok Jokowi layak untuk diberi kesempatan memimpin Indonesia kembali lima tahun ke depan untuk menyempurnakan landasan.

"Sudah seharusnya beliau diberi kesempatan lima tahun lagi agar landasannya sempurna dan kuat sehingga bisa digunakan generasi muda tahun 2024 untuk membawa Indonesia melesat,” katanya. (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh