Politik
Ajianto Dwi Nugroho dari Media Center Sinergy. (Ist)

JAKARTA- Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 masih banyak bakal calon anggota legislatif dari kabupaten, kota, provinsi maupun pusat belum secara tepat memanfaatkan media massa untuk menggalang simpati dan dukungan dari masyarakat pemilihnya. Padahal, sebagian besar bakal calon legislatif tidak dikenal oleh masyarakat. Hal ini ditegaskan oleh Ajianto Dwi Nugroho dari Media Center Sinergy kepada Bergelora.com di Jakarta, Senin (3/9)

“Kebanyakan dari  mereka belum pernah memberikan kontribusi yang berarti bagi rakyat. Apa alasan rakyat memilih mereka? Bagaimana rakyat mau memilih mereka? Tentu dengan memperkenalkan diri dan memaparkan program yang nanti akan berguna bagi masyarakat pemilihnya,” ujarnya.

Menurutnya sekaranglah saatnya para bakal calon legislatif harus segera mendekatkan diri dengan wartawan agar bisa mendiskusikan persoalan-persoalan yang menjadi harapan masyarakat.

“Karena wartawanlah yang paling tahu dan mengerti semua persoalan yang ada di masyarakat. Tanpa melibatkan wartawan para calon legislatif hanya akan menyusun janji kosong dan gagal memenangkan hati rakyat,” ujarnya.

Menurutnya beberapa bintang film dan selebriti mencalonkan diri untuk menjadi anggota legislatif dengan mengandalakan popularitasnya. Namun saat ini rakyat sudah cerdas menilai siapa orang yang akan membela dan memperjuangkan dirinya untuk menjadi lebih sejahtera.

“Popularitas tidak cukup, untuk itu rakyat membutuhkan wakil rakyat yang berani dan cerdas untuk membela kepentingan rakyat. Tidak mungkin hanya memilih seseorang yang popular tapi penakut apalagi bodoh. Untuk itu wartawanlah yang akan menempa dan memoles setiap calon untuk bisa layak dipilih rakyat,” tegasnya.

Menurut Aji, dukungan partai politik menurutnya hanya sebatas mencalonkan seseorang menjadi anggota legislatif dan menempatkannya di daerah pemilihan tertentu. Setelah itu, para calon legislatif harus berjuang sendiri memperkenalkan diri dan merebut simpati pemilih dari daerah pemilihan.

“Untuk itu, calon legislatif harus memilik tim media yang terdiri dari wartawan wartawan yang cukup berpengalaman untuk menyusun program, isu dan pemberitaan yang benar-benar memberikan jawaban terhadap semua persoalan rakyat,” ujarnya.

Kebanyakan calon legislatif menurutnya hanya memperkenalkan diri dengan memasang iklan, padahal iklan tidak komunikatif dan jarang dibaca orang. Sehingga wajar saja dirinya tidak terpilih padahal sudah mengeluarkan dana yang besar untuk pasang iklan di berbagai media.

“Yang paling efektif adalah mengikuti cara Presiden Jokowi dengan melakukan blusukan, berdialog dengan masyarakat didampingi wartawan yang siap menyiarkan isi dialog dan liputan peristiwanya,” katanya.

Ia mengingatkan, semakin sering blusukan dan semakin sering diliput media maka rakyat akan mengenal program yang direncanakan oleh calon legislatif.

“Juga harus diingat bahwa semua calon akan berusaha melakukan hal yang sama, sehingga tidak mudah bagi rakyat untuk memilih, mana caleg yang benar-benar memperjuangkan kepentingan dirinya,” tegasnya. (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh