Politik
Salah satu jembatan gantung di Banten yang rusak parah dan membawa resiko pada penyeberang. (Ist)

JAKARTA- Empat anak tingkat Sekolah Dasar (SD) menjadi korban tewas karena terseret arus sungai di Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara, menjadi perhatian Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur dan perhubungan.

Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti menyampaikan keprihatinannya dan meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk proaktif memantau daerah-daerah yang belum memiliki infrastruktur memadai serta membangun jembatan gantung di daerah yang titik sungainya ramai dilewati anak sekolah.

“Saya minta kejadian ini mendapat perhatian. Saya khawatir tidak ada Anggota Dewan dari dapil sana, sehingga tidak ada yang mengusulkan. Atas nama kemanusiaan, jangan sampai ada korban lagi. Jika dimungkinkan kementerian proaktif membangun jembatan gantung,” ungkap Novita saat Raker dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (6/9).

Kepada Bergelora.com dilaporkan,  empat anak yakni Kristina Hulu (6), Putri Hulu (5), Viterman Hulu (13) dan Roberton Tavenae (8) tewas pada Senin (3/9/2018). Mereka terseret arus sungai saat hendak pulang dari sekolah menyeberangi anak Sungai Borofino,  Desa Balombaruzo, Nias Selatan, Sumut. (Calvin G. Eben-Haezer)

Add comment

Security code
Refresh