Politik
Tabliq Akbar yang diadakan Jaringan Umat Islam Bersatu (JUB) Sumatera Utara, ba’da shalat Jumat (7/9). (Ist)

MEDAN- Sedikitnya 10.000 massa yang berasal dari berbagai majelis taklim, ormas Islam dan santri berbagai pesanteren di Sumatera Utara memadati Lapangan Benteng Medan, untuk mengikuti Tabliq Akbar yang diadakan Jaringan Umat Islam Bersatu (JUB) Sumatera Utara, ba’da shalat Jumat (7/9).

Massa dengan antusias mengikuti dan mendengarkan tausiah yang disampaikan ustad-ustad kondang yang didatangkan dari Jakarta seperti, Ustad Solmed dan Ustad Fikri Haikal MZ serta dibarengi dengan lantunan-lantunan lagu religi yang dibawakan Hadad Alwi dan diringi lantunan syalawat dari grub syalawat Al Mastani. Sekitar 50-an kyai dan habaib pimpinan pesantren dari pulau Jawa dan Sumatera, yang sebelumnya mengikuti acara muzakarah dan silaturrahmi di Hotel Santika Medan juga hadir.

Ketua Dewan Pembina Muzakarah, Silaturrahmi Alim Ulama dan Tabliq Akbar, KH Syekh Ali Akbar Marbun menyatakan, kegiatan Tabliq Akbar umat Islam di Lapangan Benteng yang sebelumnya diawali dengan Muzakarah sekitar 300 Alim Ulama pimpinan pondok pesantren, cendikiawan, tokoh-tokoh ormas Islam serta para Kyai dan Habaib dari pulau Jawa dan Sumatera ini diadakan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H.

Selain itu kata, Syekh Ali Akbar, sebagai upaya untuk menghimpun buah pikiran dan meminta masukan dari para alim ulama dalam mensikapi situasi bangsa yang saat ini sedang memasuki tahun politik.

Dalam muzakarah alim ulama itu menghasilkan tiga buah rekomendasi yang dibacakan oleh Sekretaris Panitia Muzakarah dan Tabliq Akbar, M. Ikhyar Velayati Harahap, bersama Syekh Ali Akbar Marbun dan para Habaib yang datang dari Surabaya, Bangil, Mojokerto, Tuban, Tulungagung, Yogyakarta, Bogor dan Jakarta.

Adapun ketiga rekomendasi itu yakni, Pertama: Negara RI merupakan hasil ijtihad dari alim ulama, kyai dan habaib yang diperjuangkan melalui tetesan keringat dan darah. Kedua: Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika merupakan hasil ijtihad para alim ulama Indonesia yang harus dikawal untuk mewujudkan negara makmur, baldatun thayibatun warabbun ghaffur. Ketiga: Menyerukan kepada seluruh Umat Islam di Indonesia untuk menjaga keutuhan NKRI dan menghindari adanya perpecahan umat dengan terus mengikuti arahan dan bimbingan para ulama.

Ketua panitia, Aulia Hanif Parinduri mengatakan, pada acara silaturrahmi alim ulama sebelumnya diadakan diskusi secara paripurna dengan menghadirkan pembicara Ketua PBNU KH Dr Marsudi Syuhud, mantan Rektor dan Ketua Senat UIN Maliki Malang, Prof Dr Imam Suprayogo, Rektor UIN Sumut, Prof Dr Saidurrahman Harahap dan Ketua MUI Medan Prof Dr H Muhammad Hatta yang di moderatori M Ikhyar Harahap.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, di acara itu juga dilakukan pemberian ulos kepada para kyai dan habaib yang datang dari pulau Jawa dan Jakarta, sebagai tanda ucapan selamat datang dan tanda ikatan silaturrahmi. Penyematan ulos kepada para kyai dan habaib dilakukan oleh Syekh Ali Akbar Marbun, didampingi Ketua Panitia Aulia Hanif Parinduri dan Sekretaris Panitia M Ikhyar.

Aulia juga menyatakan atas nama  Jaringan Umat Islam Bersatu (JUB), menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah ikut mendukung penyelenggaraan kegiatan ini hingga berjalan dengan sukses.

Kegiatan Tablig Akbar berakhir sekira pukul 16.00 WIB, dan jamaah membubarkan diri dengan tertib. Pada acara ini, pihak panitia juga menyediakan layanan medis dan resceu. Kegiatan juga mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian yang dibantu satuan dari Dandim 0201 DS.  (Sugianto)

Add comment

Security code
Refresh