Politik
Soesilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo. (Ist)

JAKARTA- Partai Demokrat menyadari tak bisa memaksakan kadernya di beberapa daerah untuk mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Demokrat sedang merumuskan mekanisme menyikapi sikap kader yang tak sejalan dengan arah kebijakan partai.

"Kami akan carikan formulanya supaya tidak disebut dua kaki. Tapi kepentingan partai, caleg-calegnya di daerah kan," kata Ketua DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean di kediaman SBY, kompleks Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (9/9).

Partai Demokrat mempersilakan kader-kadernya mendukung pasangan kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Dengan catatan, mereka tak masuk dalam struktur tim pemenangan

"Mungkin kita akan meminta kader kami untuk tidak usah masuk secara resmi di tim pemenangan. Mungkin itu salah satu cara kami nanti. Jadi kalau resmi masuk di sana kan seolah-olah ini berhadapan antara partai dengan kader," jelas Ferdinand.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, Ferdinand yakin dengan cara seperti itu tak mengganggu soliditas partainya. Selain untuk menghindari konflik internal partai, suara Partai Demokrat di Pemilihan Legislatif (Pileg) pun tetap terjaga meski pilihan capresnya berbeda.

Kader-kader yang berbeda pilihan itu tetap mengkampanyekan dan mengajak masyarakat memilih Partai Demokrat. Sementara untuk pilihan capres diserahkan kepada individu masing-masing.

"Kalau dia enggak ada di tim pemenangan tapi bekerja diam untuk memenangkan yang didukung secara pribadi itu kan tidak terlalu mengganggu soliditas partai," jelas Ferdinand.

Dispensasi yang diberikan Partai Demokrat di beberapa daerah seperti Papua dan Sulawesi Utara lantaran suara Prabowo-Sandi tidak terlalu signifikan. Aspirasi kader di wilayah tersebut pun lebih condong mendukung ke pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Partai ini kan harus bijak terhadap semua kader sehingga tidak terjadi bentrokan dan tidak terjadi konflik di internal kita," pungkasnya. 

Soekarwo Pembina

Sementara itu nama politisi Partai Demokrat Soekarwo masuk sebagai dewan pembina Bravo-5 Jatim yang menjadi salah satu relawan pemenangan pasangan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin untuk Pemilihan Presiden RI 2019.

"Iya, nama beliau sebagai dewan pembina dan akan membantu tim ini," ujar Ketua Umum Bravo-5 Jatim, Ubaidillah Amin Moechammad ketika ditemui usai deklarasi pengurus di Surabaya, Sabtu (8/9) malam.

Menurut dia, masuknya nama Soekarwo yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Jatim tersebut sudah melalui komunikasi dan tidak asal mencatat nama untuk dimasukkan. "Beliau adalah tokoh Jatim dan sangat dibutuhkan pemikirannya. Untuk komunikasi dan koordinasi juga sudah," ucap Gus Ubaid, sapaan akrabnya.

Selain nama Pakde Karwo, sapaan akrabnya Soekarwo, terdapat juga di posisi sama Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa, Laksamana TNI (Purn) Marsetio, Laksdya TNI (Purn) Fred Lonan, Doris Pandjaitan serta Yoke C Katon.

Di tempat sama, Ketua Umum Bravo-5 Pusat Jenderal TNI Fachrul Rozi juga membenarkan dalam struktur kepengurusan di dewan pembina terdapat nama Pakde Karwo bersama sejumlah tokoh lainnya. "Secara pribadi saya belum bertemu beliau, tapi dengan rekan-rekan di sini sudah. Harapan kami beliau memberikan masukan-masukan berarti untuk pemenangan Pak Jokowi," katanya.

Terkait target pemenangan di Jatim, kata dia, pihaknya optimistis mampu mendulang suara signifikan karena tokoh-tokoh yang terlibat sudah dikenal dan terbukti dekat dengan kalangan 'akar rumput'.

Sementara itu, turut hadir beberapa tokoh pada deklarasi Bravo-5 Jatim, antara lain Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan, mantan anggota DPR RI Ruhut Sitompul serta ratusan relawan asal berbagai daerah. (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh