Politik
Andi Arief, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat dan Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra dan Agus Yudhoyono. (Ist)

JAKARTA- Baru ketahuan! Ternyata Prabowo Subianto memang tidak yakin bisa menang melawan Joko Widodo untuk merebut kursi Presiden RI dalam Pemilihan Presiden 2019 nanti. Tentu ini akan sangat mengecewakan para pendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Ngeri bangeeeet....!

Hal ini terbongkar setelah ditegaskan oleh Andi Arief, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat kepada Bergelora.com di Jakarta yang membenarkan bahwa memang Prabowo tidak serius dalam mencalonkan diri menjadi Presiden RI melawan Presiden Joko Widodo.

“Iyalah. Kurang serius. Masak gak keliling Indonesia,” jawab Andi Arief ketika ditanyakan soal  ketidakseriusan Prabowo Subianto dalam pencalonan presiden dirinya.

“Kardus,” tegas andi membalas pesan Whatsapp kepada Bergelora.com.

Sebelumnya, Andi Arief kembali menyentil calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto jelang pemilihan presiden atau pilpres 2019. Kali ini ia mengkritik cara berkampanye mantan Danjen Kopassus tersebut.

Dilihat dari cara berkampanye, Andi menilai calon wakil presiden Sandiaga Uno yang justru terlihat lebih ingin menjadi presiden ketimbang Prabowo.

"Ini otokritik: Kalau dilihat cara berkempanyenya sebetulnya yang mau jadi Presiden itu @sandiuno atau Pak Prabowo ya. Saya menangkap kesan Pak Prabowo agak kurang serius ini mau jadi Presiden," kicau @AndiArief_, Jumat (12/10).

Bermalas-malasan

Andi menegaskan bahwa Pilpres itu memilih Presiden. Sehingga jika Ketua Umum Partai Gerindra itu tidak mau keliling indonesia secara aktif, maka tidak akan ada rumus ajaib untuk menang.

"Kalau Pak Prabowo agak males2an, kan gak mungkin partai pendukungnya super aktif," tambah Andi.

Lebih lanjut, Andi mengamini bakal banyak pihak yang tidak suka soal kritiknya terhadap aksi malas-malasan Prabowo berkampanye keliling Indonesia secara aktif.

"Tapi percayalah kalau direnungkan bagaimana mungkin kemenangan mengejar orang yang malas?" ujarnya.

Andi menekankan enam bulan waktu kampanye adalah waktu yang terlalu pendek dalan politik. Ia pun meminta agar Prabowo keluar dari sarangnya di kertanegara Jakarta untuk lebih rajin mengunjungi rakyat.

"Pak Prabowo harus keluar dari sarang kertanegara, kunjungi rakyat, sapa, peluk cium dan sampaikan apa yang akan dilakukan kalau menang di tengah ekonomi yg sulit ini. Sekian kritik saya," pungkas Andi.

Sebelum penetapan Prabowo-Sandiaga, Andi pernah melontarkan kritikan keras terhadap Prabowo. Saat itu, Andi menyebut Prabowo sebagai jenderal kardus, karena dinilai telah menggadaikan prinsipnya demi sebuah uang. (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh