Politik
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (PMK) Puan Maharani, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto , Menteri PAN dan RB dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey hadir dalam pembukaan Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental di Kota Manado, Sulawesi Utara, Jumat (27/10)

MANADO- Organisasi-organisasi Massa (Ormas) diminta untuk ikut berperan serta dalam revolusi mental yang dijalankan oleh pemerintah, untuk mempercepat perubahan bangsa Indonesia menjadi lebih baik. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo di Manado saat menghadiri Pembukaan Pekan Revolusi Mental 2018 di Manado, Jumat (27/10)

“Ada 390.403 Ormas terdaftar. Namun kebebasan berserikat dan berorganisasi harus diikuti dengan ketaatan pada peraturan negara dan ikut menjaga Pancasila, UUD 45, NKRI, kemajemukan. Ormas harus ikut melaksanakan revolusi mental yang sangat luas cakupannya,” tegasnya

Tjahjo Kumolo juga meminta, pers ikut mengobarkan revolusi mental agar mempercepat perubahan dalam masyarakat agar bersatupadu membangun bangsa dan negara.

“Untuk itu pers sangat penting untuk menjaga demokrasi yang berlangsung dan mendorong masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan. Tolong dalam pemberitaan dijaga agar jangan ikut menyebarkan fitnah yang mengganggu persatuan dan kesatuan. Apalagi kalau seorang tokoh masyarakat harus hati-hati dalam menyampaikan sesuatu,” ujarnya.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (PMK) Puan Maharani, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto , Menteri PAN dan RB dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey hadir dalam pembukaan Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental di Kota Manado, Sulawesi Utara.

Puan secara resmi membuka acara tersebut dihadapan 15.000 peserta dari 34 pemerintah provinsi, dan 514 pemerintah kabupaten/kota.

“Sebagai bentuk langkah nyata revolusi mental, kita harus serius merubah sistem, memperbaiki dari diri kita sendiri sebagai upaya memajukan bangsa dan negara”, kata Tjahjo di Manado,

Lanjut Tjahjo, PKN Revmen Tahun 2018 ini mengambil fokus pada bagaimana mewujudkan sebuah negara dengan  pelayanan publik yang baik.

“Pelayanan publik yang baik adalah memberikan kenyamanan, kemudahan, dan kepuasan bagi masyarakat menuntut komitmen dari seluruh aparatur negara untuk bekerja dengan integritas, etos kerja, dan kebersamaan yang tinggi,” lanjut Tjahjo.

Di akhir keteranganya Tjahjo menjelaskan tugas kemendagri untuk mendukung PKN Revmen Tahun 2018 ini. “Untuk program revolusi mental ini yaitu perbaikan kualitas pelayanan publik, akan disiapkan mekanisme program yang  disinergikan dengan Kemenko PMK dalam rangka membantu disipilin dan membangun mental masyarakat,” tutup Tjahjo (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh