Politik
Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra saat digelandang KPK setelah operasi tangkap tangan (OTT). (Ist)

JAKARTA-  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memeriksa semua pejabat dari tingkatan desa, kecamatan sampai kabupaten di Kabupaten Cirebon yang diduga terlibat kasus jual beli jabatan yang dilakukan oleh Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra. Sampai saat ini sudah 578 pejabat dari desa sampai kabupaten diperiksa KPK di Kuningan Jakarta. Hal ini  disampaikan oleh Aminah (bukan nama sebenarnya) seorang PNS dari Kabupaten Cirebon kepada Bergelora.com di Jakarta, Kamis (9/11).

“Sekali berangkat ke Jakarta bawa pejabat 3 gerbong kereta dipanggil KPK. Memang jual beli jabatan sangat masif di Cirebon. Melibatkan banyak pejabat dari kabupaten sampai desa,” jelasnya.

Akibatnya menurutnya pemerintahan Kabupaten Cirebon lumpuh, karena tidak ada yang berani bertanggung jawab untuk melanjutkan pemerintahan.

“Tunjungan kinerja pegawai, penghasilan tetap perangkat desa, pembangunan daerah, dana desa tidak ada yang berani tanda tangan untuk pembayaran. Penyeranpan Anggaran  berhenti total,” ujarnya.

Namun demikian dirinya mendukung pemberantasan korupsi yang disedang dilakukan oleh KPK saat ini agar sampai ke akar-akarnya, jangan ada yang tersisa.

“Hanya pemerintahan yang bersih yang bisa melayani rakyat dan melakukan pembangunan  di Cirebon,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah pusat segera mengajukan jalan keluar terhadap kelumpuhan pemerintahan di Kabupaten Cirebon.

“Masalahnya, siapapun yang akan menjadi pejabat sementara baik dari pemerintahan kabupaten ataupun dari DPRD Kabupaten Cirebon, kemungkinan besar akan ditarget oleh KPK. Karena bupati yang terkena OTT melibatkan banyak pejabat dan anggota DPRD secara luas,” ujarnya.

Munurutnya, Kemendagri perlu segera menunjuk pejabat sementara dari pusat untuk segera memulihkan pemerintahan Kabupaten di Cirebon agar pelayanan masyarakat dan pembangunan bisa segera berlanjut.

“Selain memulihkan, pejabat sementara dari pusat itu bisa mempersiapkan Pilkada Ulang di Cirebon agar rakyat Cirebon dapat memilih pemimpin barunya yang benar-benar bersih,” tegasnya. (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh