Politik
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo. (Ist)

JAKARTA– Tjahjo Kumolo sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) selalu mengingatkan para kader-kader partai politik dan DPRD manapun untuk melawan ‘racun-racun demokrasi. Hal ini ditegaskannya dalam Workshop Pimpinan dan Anggota  DPRD  kota dan kabupaten yang diselenggarakan Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) di Jakarta, Jumat (23/11).

“Mari kita semua melawan yang namanya racun demokrasi. Satu yang namanya politik uang. Kedua, mari kita lawan kampanye negatif, yang mengandung ujaran kebencian, fitnah, politisasi SARA, itu harus kita lawan bersama karena itu adalah racun-racun yang merusak peradaban demokrasi yang berdasarkan Pancasila,” seru Mendagri Tjahjo Kumolo.

Selain itu, Mendagri Tjahjo Kumolo menaruh perhatian terkait tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu Serentak 2019

“Mari kita tingkatkan partisipasi pemilih masyarakat supaya maksimal mencapai dan melampaui target  KPU yakni 77,5 persen” tegasnya.

Lebih lanjut, Ia juga menyerukan kepada tim sukses, baik kampanye Pileg maupun Pilpres untuk lebih mengedepankan kampanye adu ide, adu konsep, program, dan gagasan yg memberi pendidikan politik bagi masyarakat.

“Mari kita ajak semua tim sukses capres dan cawapres untuk kampanye adu-adu konsep, program, dan gagasan. Saya sebagai bagian dari Pemerintah saat ini, sudah menjadi kewajiban  saya untuk mensosialisasikan seluruh program yang sedang dan sukses dikerjakan pemerintahan pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla,” ungkapnya.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, Mendagri Tjahjo Kumolo juga tidak henti – hentinya mengingatkan di hadapan para kader partai politik akan  ancaman negara yakni area rawan korupsi, termasuk di dalamnya mark-up, jual beli jabatan, pengadaan barang jasa serta berbagai macam proyek harus dilawan.

“Saya dan semua kepala daerah, DPRD dan kader parpol untuk hati-hati pada area rawan korupsi tersebut. Lawan penyalahgunaan narkoba. Awasi setiap latar perkembangan yang berkaitan dengan radikalisme dan terorisme. Peka akan masalah kesenjangan dan ketimpangan sosial,” pungkasnya.

Tjahjo Kumolo juga mengingatkan pesan Jenderal Sudirman bahwa Kejahatan akan merajalela jika orang-orang baik berdiam diri. Semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk mengawal keberlangsung NKRI.

“Kita semua hadir adalah orang-orang baik, tidak boleh berdiam diri jika disekiling melihat gelagat adanya 4 ancaman negara, narkoba, radikalisme, korupsi dan ketimpangan Sosial. Mari bergerak bersama kita melawan racun demokrasi yang akan merusak peradaban demokrasi Indonesia. Mari kita sukseskan pembangunan ekonomi dan infrastruktur sosial demi kejayaan dan kesejahteraan masyarakat bangsa Indonesia,” tegasnya.

Tjahjo Kumolo memiliki hubungan kemitraan dengan partai politik, selalu mendapat undangan untuk mengisinya, baik sebagai keynote speech  maupun narasumber.

“Hampir semua partai politik dan Assosiasi DPRD, mengundang saya dalam kapasitasnya sebagai Mendagri.  Untuk workshop hari ini kebetulan juga saya sebagai kader partai. Secara prinsip satu konsolidasi demokrasi lewat Pilkada serentak sukses diselenggarakan apapun dinamikanya.  Pemerintah dan semua partai politik harus mengapresiasi kerja KPU, Bawaslu, DKPP dan termasuk teman - teman media yang telah sukses menyelenggaran Pilkada serentak thn 2015, 2017 dan 2018” tuturnya. (Calvin G. Eben-Haezer)

Add comment

Security code
Refresh