Politik
Poster menolak Khilafah, HTI dan Aksi 212. (Ist)

JAKARTA- Persatuan Relawan Anti Radikalisme di NKRI (Perwira NKRI) menegaskan mendukung Gerakan Jaga Indonesia dan semua perjuangan yang berjuan menolak khilafah, HTI dan rencana aksi reuni 212. Hal ini ditegaskan oleh M. Anwar dari Perwira NKRI.

Menurutnya, sebaiknya aparat kepolisian tidak memberi ijin rencana aksi reuni 212 yang sudah menjadi rahasia umum selalu ingin memaksakan kehendak hanya untuk kepentingan kelompok golongan tertentu

“Sebenarnya radikalisme berkedok agama sudah ada di depan mata kita semua. Sudah seharusnya aparat Polri dan TNI dan seluruh rakyat Indonesia bertindak cepat agar Indonesia tetap damai dalam NKRI. Jangan sampai Indonesia jadi seperti Suriah. Karena itu tujuan mereka,” tegasnya kepada Bergelora.com di Jakarta, Kamis (29/11).

“Sistim pemerintahan negara kita sudah final yaitu demokrasi pancasila, titik. Tidak perlu lagi gembar-gembor sistem Khilafah di Indonesia,” tegasnya

Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah sudah membubarkan dan melarang Hitzbut Tahrir Indonesia (HTI) di seluruh wilayah Indonesia.

“Masyarakat mendukung penuh pelarangan tersebut dan wajib menjaga kalau ada anggota HTI yang masih mencoba untuk menggganggu membuat keributan kembali dengan cara menyerahkannya kepada pihak yang berwajib,” tegasnya.

Karena menurutnya, setelah HTI terlarang di seluruh Indonesia maka sudah menjadi musuh negara, bangsa dan seluruh rakyat Indonesia.

“Membiarkan kegiatan yang berbau HTI, hanya akan mengancam kehidupan masyarakat yang mencintai perdamaian dan kerukunan antar umat beragama. Kita tidak bisa mendiamkan ancaman seperti ini. Jangan ragu untuk segera melapor kepada yang berwajib terdekat semua kegiatan yang diduga HTI,” katanya.

Perwira NKRI juga menyatakan menolak unjuk rasa 212 di Monas yang hanya memanaskan situasi politik dan mengganggu pembangunan nasional.

“Padahal saat ini pemerintah dan rakyat Indonesia sedang sibuk mengejar pembangun berbagai sarana infrastruktur di seluruh Indonesia. Mengejar ketertinggalan ini membutuhkan persatuan dan konsentrasi penuh. Jangan diganggu,” ujarnya.

“Berbeda pendapat tidak masalah. Tapi kalau sampai mengganggu kepentingan bersama karena merasa paling benar sendiri dan menyerang orang lain itu namanya bertujuan merusak dan merugikan orang lain,” katanya.

Perwira NKRI menyatakan dukungannya atas upaya Polri untuk menjaga keamanan dalam menghadapi rencana aksi reuni 212. Karena tugas Polri untuk menjaga kepentingan bersama yang lebih besar, bukan kepentingan sekelompok orang yang selalu memaksakan kehendak.

“Sudah menjadi tugas aparat polisi untuk memfilter lebih selektif dan menindak tegas kelompok-kelompok yang meresahkan masyarakat dan membahayakan keutuhan bangsa,” ujarnya. (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh