M. Natzir pendiri Masyumi, Soekarno pendiri Partai Nasionalis Indonesia, Sjahrir pendiri Partai Sosialis Indonesia (PSI) dan DN Aidit Ketua Umum Partai Komunis Indonesia (PKI). (Ist)

Ternyata setajam apapun perbeda ideologis di masa demokrasi liberal dan demokrasi terpimpin, antara Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Masyumi tidak merusak hubungan pribadi antar politisi. Justru di dalam demokrasi liberal seperti saat ini perbedaan pilihan politik melahirkan hujatan dan kecaman pribadi. Padahal semua mengakui satu ideologi yaitu Pancasila. Yusril Ihza Mahendra, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang dan Lawyer Jokowi-Ma’aruf  menuliskannya dan dimuat Bergelora.com. (Redaksi)