Ketua Umum SekNas Jokowi, Muhammad Yamin, SH. (Ist)

Perjalanan politik M. Yamin sejak masa-masa perlawanan Orde Baru hingga terakhir memperjuangkan Presiden Joko Widodo untuk kembali memimpin Indonesia 2019-2024, adalah bagian sejarah dari beberapa orang yang pernah ikut serta dalam perubahan sistim politik dari kediktaktoran Orde baru menuju demokrasi seperti hari ini.

“Terlalu berat melepas kepergian Yamin,” kata Wahyu Susilo yang sama terpukul seperti yang lain ditinggal Yamin. Tapi ini kesempatan menuliskan kembali Yamin dan sejarah perlawanan terhadap Orde Baru dan Soeharto, karena jarang ada pelaku sejarah dimasa itu yang mau menulisnya.

Menulis tentang Yamin adalah menulis sejarah awal perlawanan terhadap Orde Baru diera 1980-an yang membuka pintu perlawanan generasi 1990-an yang menggulingkan Orde Baru. Dibawah ini tulisan pertama dari lima tulisan Wahyu Susilo, Direktur Eksekutif Migran Care untuk mengenang Kawan Yamin,--dimuat Bergelora.com, agar generasi berikut mengetahui siapa dan bagaimana seroang Yamin.

Wahyu Susilo, adik penyair WJ Thukul,--yang masih hilang,--adalah dua aktivis 1980-an yang sangat dekat dengan M. Yamin dan melewati masa-masa awal pembangunan konsolidasi pers mahasiswa, setelah kebangkrutan kelompok-kelompok studi (1987),--memasuki era gerakan aksi massa (1988). Babakan sejarah ini yang selalu ditekankan oleh Yamin dalam setiap waktu dimasa itu (Redaksi)