Antrian Pasien BPJS menunggu obat yang kekurangan stok di salah satu rumah sakit.(Ist)

Pengurus Pusat GP Farmasi Indonesia, bersurat kepada kepada Menteri Kesehatan, bernomor; 098/Ext-/PP-GPFI/VIII/2018, tanggal 13 Agustus 2018, perihal Hutang Jatuh Tempo Obat & Alkes JKN belum dibayar oleh BPJS Kesehatan mencapai Rp. 3,5 T per Juli 2018. Apoteker Chazali H.Situmorang, seorang praktisi farmasi menulis dan dimuat di http://farmasetika.com kemudian disiarkan ulang oleh Bergelora.com. (Redaksi)