Opini

Jika ada kesangsian tentang keterlibatan Amerika Serikat dibelakang kekerasan yang dilakukan oleh kaum oposisi i Venezuela, maka ini terbantahkan dengan temuan bukti-bukti oleh Kantor Berita Amerika, Associated Press (AP).  Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat dan National Endowment for Democracy (NED), sebuah lembaga donor pemerintah Amerika Serikat telah mengirimkan 7.6 juta dollar ke beberapa organisasi di Venezuela pada tahun 2013.

Menurut temuan AP yang dilaporkan oleh www.grandma.cu, pemerintah  Amerika Serikat mendorong protes-protes anti pemerintahan Venezuela dengan harapan dapat melahirkan chaos yang akan membuka pintu sebuah percobaan kudeta.

AP mendapatkan  akses ke beberapa dokumen  yang mengindikasikan pendanaan pada tahun 2013 itu,-- 15% lebih besar dari pada alokasi dana pada tahun 2009. Sebenarnya kisah pendanaan Amerika untuk mendorong oposisi pada Revolusi Bolivarian telah berlangsung selama satu dekade sebelumnya.

Leopoldo López dan María Corina Machado adalah dua pemimpin oposisi yang secara terbuka menyerukan kekerasan untuk menjatuhkan  Presiden  Nicolás Maduro pada bulan Februar lalu. Mereka merupakan kolaborator yang sejak lama dibiayai Washington.National Endowment for Democracy (NED) dan United States Aid to International Development organization (USAID), menyediakan dana untuk partai politik yang dipimpin Leopolds’, Primero Justicia dan Voluntad Popular. Dukungan dana juga diberikan bagi  LSM yang dipimpin oleh María Corina dan kampanye pemilihan umumnya.

Civil Society

Semuanya diungkap oleh Hannah Dreier, seorang koresponden AP  di Caracas, Venezuela. Wartawan ini membongkar pendanaan yang dilakukan Amerika terhadap kelompok-kelompok kekerasan di Venezuela sejak 2001. Jutaan dollar telah dibagikan ke organisasi-organisasi yang memiliki label "civil society," yang pada kenyataannya menjadi sumber untuk percobaan kudeta pada April 2002 melawan Presiden Hugo Chávez. Kudeta tersebut berhasil digagalkan dalam 48 jam.

Setelah percobaan yang gagal itu, USAID membuka sebuah  Transition Initiatives Office di Caracas, bersama NED, menginvestasikan lebih dari 100 juta dollar, untuk mencoba lagi menggulingkan pemerintahan Chávez dan memperkuat oposisi.

Daftar kelompok-kelompok yang di back-up Amerika Serikat termasuk didalamnya kelompok mahasiswa JAVU, yang para pimpinannya secara terbuka melakukan aksi-aksi kekerasan pada bulan Februari. Mereka mengorganisir blokade jalanan dan melakukan serangan teror pada rakyat Venezuela, bahkan sampai membakar sebuah pusat pewaratan anak dibawah 5 tahun

Pada awal 2011, setelah beberapa kali dicerca masyarakat atas aksi-aksi kekerasannya melawan kedaulatan dan hukum Venezuela,Transition Initiatives Office ditutup dan operasi-operasi USAID pindah ke Amerika. Namun upaya Amerika tidak berhenti.

Semakin banyak dollar yang dikirimkan ke Venezuela, walaupun telah disahkannya Undang-undang Kedaulatan Politik dan Penentuan Nasib Sendiri  yang melarang pendanaan dari luar terhadap kelompok-kelompok politik di Venezuela.

Sidang Nasional telah mengesahkan pelarangan setelah terungkapnya bukti-bukti dokumen pendanaan Amerika terhadap María Corina Machado’s Súmate, yang dipakai untuk kampanye gagalnya pada tahun 2002 untuk menuntut mundur Chávez.

Lembaga Amerika seperti NED and USAID memiliki impunitas mengirimkan dana kepada kelompok-kelompok kaki tangannya untuk melanjutkan pelanggaran-pelanggaran hukum di Venezuela. Dana yang diberikan oleh pemerintah Obama termasuk di dalamnya 5 juta dollar untuk mendukung kelompok-kelompok kekerasan lewat USAID pada tahun 2012. AP menemukan jumlah tersebut meningkat banyak pada tahun 2013.

Situasi kemudian diciptakan setelah kematian pemimpin Bolivarian Hugo Chávez. Sayap kanan internasional menginspirasikan pengambilan kekuasaan politik di Venezuela berapapun biayanya setelah pemilu memilih Nicolás Maduro menjadi Presiden. Inspirasi ini meningkatkan upaya Amerika dalam cara-cara yang anti demokrasi. Pemerintah Amerika kemudian melanjutkan dan meningkatkan pendanaan untuk mengganggu stabilitas Venezuela.

Menurut Eva Golinger, dalam tahun 2013 dan 2014, sejumlah besar dana dari NED diinvestasikan pada media massa dan kelompok-kelompok sipil untuk meningkatkan kampanye dalam rangka mendesreditkan pemerintahan Maduro. Diantaranya kelompok jurnalis seperti Espacio Público, Instituto Prensa y Sociedad (IPYS), Sin Mordaza and GALI. Sasaran kampanye khususnya dilakukan untuk mendeskreditkan pemerintah dan Presiden Maduro.

Tunggangi  Pemuda

Salah satu kelompok bernama FORMA, didanai oleh NED sebagai upaya untuk mencari anak-anak muda yang bisa dibina menjadi oposisi. Organisasi ini  dijalankan oleh César Briceño yang berhubungan dengan bankir Venezuela bernama Óscar García Mendoza.

García Mendoza menjalankan Banco Venezolano de Crédito, menjadi penyalur dollar dari NED and USAID ke kelompok-kelompok oposisi di Venezuela, seperti Súmate, Cedice, Sin Mordaza, Observatorio Venezolano de Prisiones and FORMA, dan lainnya.

Belakangan ini, Bolivia mengusir USAID karena upaya mendeskreditkan pemerintahan Bolivia. Ecuador juga telah mengakhiri semua proyek USAID, sehingga beberapa operasi bawah tanah USAID pindah ke Kuba. Secara diam-diam Amerika berada dibelakang pengadaan tehnologi jaringan sosial lewat selular yang disebut Cuban Twitter. Program ini berhasil mengumpulkan data personal di Kuba.

NED diwajibkan menyampaikan laporan tahunan setiap operasinya namun mengaburkan nama-nama kelompok-kelompok di Venezuela  dan individu yang telah menerima 7.6 juta dollar pada tahun 2013. Memang sejak 2010, Departemen Dalam Negeri Amerika menolak mempublikasikan nama dari kelompok-kelompok yang didanainya.

 Juru bicara NED, Jane Riley mengatakan bahwa lembaga tersebut tidak dapat menyebutkan nama-nama itu dengan alasan menghindari intimidasi. Sebuah pembenaran lagi terhadap penggunaan dana yang berasal dari rakyat  Amerika untuk makar disebuah negara berdaulat. (Enrico N. Abdielli)

 

Add comment


Security code
Refresh