Opini
Silicon Valley untuk hardware adalah kota Shenzhen, tepatnya distrik Yuehai di Shenzhen, China. (Ist)

Bagaimana rakyat rakyat China menanggapi ancaman dan serangan Trade War dari Trump? Menjelang pertemuan G-20, justru Trump yang ingin segera bertemu dengan XI Jinping. Ivan Sharon, seorang Indonesia, pengamat perang dagang AS-China, di Washington DC, Amerika Serikat mengirim tulisannya khusus untuk pembaca Bergelora.com. (Redaksi)

Oleh: Ivan Sharon

MASIH cukup banyak analis dari Amerika,-- terutama yang berurusan dengan sehari-hari berurusan dengan harga saham dan sebagainya,-- melihat perang dagang ini secara transaksional. Misalnya, Trump hantam pakai A, China balas pakai B, lalu dianalisis mana yang lebih kuat hantamannya..!!

Tetapi sekarang ini jelas, bahwa Perang Dagang China versus Amerika bukan perang transaksional. Ada yang jauh lebih mendalam ketimbang urusan tarif dan sebagainya.

Perang ini adalah perang satu superpower yang mencoba mempertahankan posisinya karena ada negara lain yang sedang naik levelnya..!!

Salah satu pojok distrik Yuehai, Shenzhen, China. (Ist)

Dari pihak Amerika, sebenarnya perang ini sudah dicanangkan sebelum Trump. Trump hanya mengungkapkannya secara frontal, itu saja. Tahun lalu China masih berpikir ini urusan transaksional, karena dirasakan tidak mungkin Amerika akan merusak tatanan perdagangan dunia yang sudah saling mengikat.

Perang dagang transaksional bisa diselesaikan dengan negosiasi dagang biasa. Perang dagang yang bersifat eksistensial tidak bisa diselesaikan dengan negosiasi saja. Karena itulah saat ini China mundur dari negosiasi yang tidak akan mencapai kesepakatan, dan memulai pertahanan jangka panjang.

Perang dagang China versus Amerika dengan demikian tidak akan selesai sampai satu pihak menerima posisi pihak lain. Either pihak China menjadi seperti Jepang, atau pihak Amerika menerima kenyataan yang tak terelakkan bahwa lambat laun ekonomi China akan lebih besar dari pada Amerika.

Jadi jangan tanya siapa yang menang, Amerika atau China...!! Karena dalam perang dagang ini keduanya kalah. Keduanya mengalami hantaman hebat, sampai satu pihak bisa menerima posisi yang diinginkan pihak lain. Menang atau kalah, itu urusan jangka panjang, tidak bisa ditinjau dari posisi sekarang.

Salah satu Silicon Valley di wilayah China selatan lain adalah Hangzhou. Pusat Alibaba ada disana. (Ist)

Kami yakin jangka panjang China yang menang, karena hal itu tak terelakkan. Penduduk China hampir 4 kali dari populasi Amerika..!! Untuk jangka lebih panjang, bahkan Amerika Serikat tidak bisa nomor 2, karena nomor 2 akan dipegang oleh India.

Masa depan dunia ada di Asia, itu sudah tidak terelakan. Semakin cepat Amerika menyadari hal ini, semakin sedikit kerusakan yang akan dideritanya di masa mendatang. Hubungan global paling penting masa mendatang adalah hubungan China dan India, bukan China dan Amerika.

https://www.bloomberg.com/news/articles/2019-06-07/china-has-lots-of-policy-room-if-trade-war-worsens-yi-gang-says. Tulisan diatas adalah bukti China adalah kekuatan nyata buka Kacangan....!! Secara Ekonomi dia jauh lebih kuat dari Amerika..,!! Mereka hanya kalah dalam Persenjataan Militer namun dalam Jumlah Militer Reguler mereka Cukup Besar...!!

Dengan mengamati dan membuat perkiraan situasi yang berkembang baik di China maupun di Amerika...!! Hampir semua Ahli dan pengamat ekonomi berpengalaman sesungguhnya Wawas...!! Apalagi muncul selentingan info Trump ingin menyelesaikan Trade ini langsung bertemu dengan Xie Jienping dalam Pertemuan Para Pemimpin G 20 dalam waktu dekat....!! Seperti berita yang dilansir CNBC ini, https://www.cnbc.com/2019/06/10/trump-if-president-xi-does-not-attend-g20-more-china-tariffs-will-go-into-effect-immediately.html

Distrik Zhongguanchun di Beijing yang menjadi salah satu pusat Silicon Valley di utara China. (Ist)

Menurut informasi Perang Dagang,-- Trump kelabakan setelah dicuekin oleh China selama hampir sebulan. Berkali-kali mengajukan untuk ketemu Xi nanti saat G-20, tapi tidak digubris. Akhirnya Trump ultimatum, Xi harus hadir dalam G-20, kalau tidak, dia akan pasang tarif untuk $300 milyar dari produk lain.

Biasanya sih yang datang ke G-20 itu Presiden China atau PM (Premier) China. Rupanya Trump tidak mau kalau tidak ketemu Xi, dia ga mau ketemu PM Li Keqiang.

“Xi harus datang ya, awas kalo berani tidak hadir,” kata Trump dalam akun twitternya.

Trump terlihat benar-benar sangat ingin terjadi pertemuan dengan Xi.

Kira-kira Xi datang tidak ya..?? Bila pertanyaan tersebut dialamatkan kepada kami, maka diharapkan Xie tidak datang. Sehingga Trump mau tidak mau pasang tarif untuk $300 milyar tambahan. Jadi total semua import China $550 milyar kena tarif. Habis itu China membalasnya dengan mengenakan tarif barang-barang Amerika yang masuk ke China. Tambah Seru situasinya..!!

Pusatnya Xiaomi di Zhongguanchun, Beijing, China. (Ist)

Namun kemungkinan Xie akan hadir., Tanpa harus diultimatum dia juga hadir dan ketemu Trump. Karena Xi tidak mau dianggap merusak tatanan ekonomi dunia bila tidak mau ketemu Trump. Soal habis katemu tidak ada hasilnya, itu soal persoalan lain lagi.

Jadi bagaimana perkembangan situasi Trade War ini benar-benar dinantikan oleh para ahli ekonomi pada saat pertemuan pemimpin G-20 dalam waktu dekat.....!!

Industri Hi-Tech China

Lalu apakah rakyat China terpengaruh dengan ancaman dan gangguan dari Trade War Trump? Tidak! Perkembangan industri di China semakin pesat khususnya yang berhubungan pengembangan industri tehnologi digital. Saat ini ada beberapa Silicon Valley di China. Tetapi Silicon Valley untuk hardware adalah kota Shenzhen, tepatnya distrik Yuehai di Shenzhen. Semua perusahaan yang diserang atau sedang direncanakan diserang Amerika itu ada di wilayah Shenzhen. Silicon Valley China yang lain lebih kebal terhadap serangan Amerika.

Di Shenzhen, gampang sekali merealisasikan inovasi baru dalam bidang hardware elektronik, karena semua tersedia. Mau komponen apa saja, insinyur bidang tertentu, dengan cepat bisa didapat. Ini cluster hardware terbaik dunia.

Salah satu Silicon Valley di wilayah China selatan lain adalah Hangzhou menjadi pusat Alibaba. Produk-produknya lebih banyak software, e-commerce, dan tidak banyak yang bisa dilakukan Amerika untuk mematikannya. Maka Hangzhou saat ini belum diutak utik.

Di Shanghai, China, berkembang cluster high-tech di Zhangjiang, Pudong. (Ist)

Di Utara setidaknya ada dua pusat besar Silicon Valley China. Yang di Beijing adalah distrik Zhongguanchun. Ada ribuan perusahaan high-tech di wilayah kecil ini. Banyak yang sudah menjadi unicorn. Fokusnya adalah campuran software dan hardware. Perusahaan-perusahaan Amerika bahkan mendirikan cabang Litbang disini.

Nama-nama besar misalnya Lenovo, Founder (bidang farmasi), Microsoft, IBM, Oracle, Google, dan sebagainya ada di Zhongguanchun. Karena banyaknya perusahaan Amerika yang menggunakan ahli-ahli China untuk membuat rancangan disini. Entahlah kalau nanti mereka terimbas hantaman trade-war Moga-moga tidak sampai terjadi..!!

Oh ya, jangan lupa Googlenya China, yaitu Baidu yang juga berpusat di Zhongguanchun. Juga https://t.co/a1SNnLwrT2 e-commerce, Xiaomi, Didi Chuxing (Ubernya China), juga berpusat di sini.

Di Shanghai, berkembang cluster high-tech di Zhangjiang, Pudong. Ribuan perusahaan besar berdiri di Pudong. Cluster high-tech ini nanti akan mengambil keuntungan dari berkembangnya wilayah bebas cukai (free trade zone) di Pudong. Semua bergerak dibidangnya farmasi, semikonduktor dan software.

Ada banyak benar pusat-pusat high-tech saat ini di China. Misalnya di utara Tianjin dari dulu terkenal dengan industri militer, pesawat, dan sebagainya. Universitas Tsinghua melengkapi kebutuhan ahli disana. Di pedalaman sebelah barat, ada kota Chengdu (Sichuan). Ada sekitar 17 pusat cluster Technologie yang sedang dikembangkan di China.

Di Yuehai, Shenzhen cukup bikin distrik itu ramai, setiap hari professional disana membicarakan soal serangan Trump itu. Tapi perkembangan ekonomi dan tehnologi tetap jalan terus tak perduli.

Agaknya impian Trump menghentikan kemajuan teknologi di China itu tidak masuk akal. China sudah mencapai tingkat critical mass untuk perkembangan tekhnologi. China sudah lama bisa melaju sendiri dan ditumpang dengan potensi pasar paling besar di dunia dan terus berkembang. Sebuah media online menulisnya Three reasons why the trade war can’t derail China’s development - https://sc.mp/2bw5

Beberapa dekade silam efek perkembangan teknologi di Jepang merubah dunia. Apalagi saat ini dengan efek China yang skalanya akan jauh-jauh lebih bergelora. Dunia masa depan akan dibentuk oleh lajunya inovasi-inovasi berasal dari China. Itu keniscayaan yang sukar terelakkan. Sebaliknya ulah Trump hanya akan membuat rakyat Amerika susah nantinya.

Add comment

Security code
Refresh