Opini
Kerusuhan di Hong Kong, Mei 2019. (Ist)

Kerusuhan melanda Hong Kong! Jejak agen-agen CIA secara terbuka mengarahkan demonstran. Gou Feng Xiang, seorang pengajar di Universitas Beijing menganalisa hasil temuan Beijing atas campur tangan Amerika Serikat dalam kerusuhan. Tulisan ini diharap membuka mata pembaca Bergelora.com di Indonesia (Redaksi)

Oleh: Gou Feng Xiang

Hong Kong rusuh..!! Ratusan ribu anak muda turun ke jalan dan mulai melakukan kekerasan. Polisi pada saat-saat terakhir terpaksa menggunakan peluru karet dan gas air mata. Persis seperti Mei lalu di Jakarta.

Sebenarnya ada apa..?

Semua ini bermula dari sepasang anak muda, pria berusia 19 tahun Chan Tong Kai, dan kekasihnya Poon Hiu-wing (20 tahun).

Singkatnya, Poon mengandung, Chan membunuhnya dan memotong-motong tubuhnya dimasukan ke dalam koper. Pokoknya sadis sekali...!! Kejadian kriminal ini terjadi di Taiwan.

Chan, adalah penduduk Hong Kong, kembali ke Hong Kong, ditangkap. Akhirnya dia mengakui semua perbuatannya.

Tapi karena pembunuhan terjadi di Taiwan, hukum di Hong Kong tidak memungkinkan hakim Hong Kong menggunakan kasus itu untuk menghukumnya. Akhirnya dia tidak bisa diperkarakan soal pembunuhan.

Seorang asing kepergok mengarahkan mahasiswa sebelum kerusuhan. (Ist)

Bila mau tahu lebih jauh tentang perkara pembunuhan ini, coba baca reportase tentang pengadilan kasus ini di link berita dibawah.

https://www.scmp.com/news/hong-kong/law-and-crime/article/3005990/body-folded-suitcase-gruesome-details-emerge-hong-kong

Kasus Chan tersebut memperlihatkan kelemahan hukum Hong Kong. Chan tidak bisa diadili untuk pembunuhan, karena kejadiannya di tempat lain.

Gubernur Hong Kong kemudian mengusulkan perubahan hukum yang memungkinkan Chan untuk diadili di Taiwan. Semua awal terlihat masuk akal sekali..??

Namun demikian para aktifis demokrasi tiba-tiba jadi takut. Karena perubahan hukum itu juga memungkinkan Hong Kong mengekstradisi kriminal ke mainland China.

Mereka menggunakan kesempatan ini untuk memprotes dan mendongkel Gubernur Hong Kong Carrie Lam.

bagi-bagi duit ditengah kerusuhan Hong Kong, menunjukkan ada perusuh bayaran di Hong Kong. (Ist)

Semula perdebatan panas dan protes masih terkendali. Tapi kemudian Amerika melalui CIA, dilihat celah untuk mengail di air keruh.  Serta dilanjutkan kunjungan Pompeo ke Hong Kong, dan membuat pertemuan dengan para pimpinan protester, dan kemudian mendukung mereka, dan bilang hukum ekstradisi itu tidak benar.

https://amp.scmp.com/news/hong-kong/politics/article/3010590/us-secretary-state-mike-pompeo-weighs-hong-kong-extradition?__twitter_impression=true

Bila kita semua bisa mencermati dengan seksama bagaimana Amerika sebenarnya sangat memanfaatkan situasi untuk kepentingan Amerika. Dan kita bisa menyaksikan bagaimana Munafiknya Ametika dalam menggunakan hukum ekstradisi bahkan untuk menangkap orang-orang yang tidak disukai di luar negeri. Kasus anak pendiri Huawei, Meng Wanzhou itu jelas paksaan ekstradisi Amerika ke Canada. Sekarang pun Amerika lagi mau ekstradisi Julian Assange Wikileaks.

Para aktivis yang melakukan protes di Hong Kong juga meminta Pompeo untuk campur tangan memaksa pembatalan perubahan hukum ekstradisi Hong Kong.

https://amp.inkstonenews.com/politics/mike-pompeo-meets-hong-kong-activists-expresses-concern-over-controversial-extradition-bill/article/3010642?__twitter_impression=true

Hasil  hasutan semacam ini kita sudah ketahui dari berita-berita. Hong Kong menderita kerusuhan seperti Jakarta Mei lalu.

China terlihat memendam kemarahan terhadap campur tangan Amrik dalam kerusuhan ini, tapi karena hubungan bilateral Amerika - China lagi krisis, mereka hati-hati dalam bertindak.

Untuk sementara, Amerika menang. Hong Kong menghentikan pembahasan RUU hukum ekstradisi untuk sementara. Si pembunuh sadis Chan boleh bebas sesudah menjalani tahanan karena urusan keuangan.

Ini semua peringatan buat negara-negara lain. Hati-hati  dengan hasutan pemerintahan Amerika yang suka membuat Arab Spring di setiap negara lain, dan akhirnya kacau balau seperti di negara-negara Arab sampai hari ini belum sembuh benar dari hasutan Amerik..!!

Masalah kedaulatan Hong Kong sebenarnya sangat jelas dan jernih, itu bagian dari China yang dirampas oleh Inggris seusai Perang Candu. Dan Inggris mengembalikannya ke China thn 1997 setelah PM Thatcher diskak oleh Deng Xiaoping tahun 1982.

Waktu itu Hong Kong sepenuhnya dibawah administrasi Inggris sebagai wilayah jajahan. Tetapi sejak dicapai persetujuan dengan China pengembalian Hong Kong ke China tahunn 1997, maka pemerintah Inggris mulai membuat lembaga legislatif Hong Kong, dengan harapan ada resistansi nanti waktu kembali ke China.

Selain pembuatan lembaga legislatif, pemerintah Inggris di Hong Kong juga tiba-tiba membuat proyek-proyek besar infrastruktur yang memakan biaya besar seperti pembangunan airport Hong Kong dengan biaya yang over-priced. Jadi sebelum kembali ke China, Hong Kong diperah duluan, tapi itu wajar-wajar saja..!!

China menyetujui bahwa Hong Kong akan berada dalam "satu negara dua sistem" selama 50 thn. Persetujuan itu bukan kontrak, tapi boleh dianggap janji. Sampai sekarang Hong Kong tidak perlu menganut hukum-hukum China, dan China memang tidak masalah dengan ini.

Makanya Hong Kong bisa bikin hukum sendiri, sampai 2047.

Sementara China sendiri mencanangkan diri akan menjadi negara maju pada tahun 2050. Jadi kira2 satu koridor dengan berakhirnya deklarasi 1 negara 2 sistem..!!

Nah, para aktivis Hong Kong sudah ketar ketir...!! 28 tahun lagi..!! Semua menjadi sebuah kesatuan dengan China Daratan.

Perlu diingat, di Hong Kong sendiri ada pertentangan 2 kelompok warga, warga pro China dan warga pro Inggris. Yang warga pro Inggris pernah bilang lebih baik tetap menjadi jajahan Inggris..!! Kenapa..??

Karena puluhan tahun dulu, menjadi warga Hong Kong itu hebat dan memiliki privilege.

Sebelum 1997, ada beda jauh antara warga Hong Kong dan China dari segi ekonomi. Warga China miskin-miskin, terlihat bodoh-bodoh gitu.. Warga Hong Kong merasa diri lebih "beradab", kaya, dan mirip Eropa. Orang-orang dari China Daratan sering dihina-hina disana..!!

Masalahnya sekarang situasi berbalik, yang dari Mainland kaya..!!

Ada semacam kehilangan rasa sebagai warga VIP di Hong Kong. Padahal mereka sehrsnya mengerti, dari dulu ekonomi Hong Kong itu bisa maju ya karena menjadi pintu gerbang China. Duit Hong Kong itu dari mainland. Ekonomi Hong Kong dibangun oleh bos-bos Shanghai yang pindah waktu Revolusi Kebudayaan di China.

Tapi biarinlah mereka bikin rusuh.. Ada kenalan di Hong Kong yang kesal sekali bilang, itu perusuh-perusuh sudah gila karena sengaja membuat lubang-lubang di jalanan. Mereka mulai merusak jalan. Hal ini hampir tidak pernah terdengar sebelumnya di Hong Kong.

Sekarang dengan adanya campur tangan Amerika.,!! situasi bisa tambah runyam.

Kami mengkhawatirkan China kesal dan tidak menunggu 2047 untuk menyamakan hukum Hong Kong dan China. Ingat bahwa itu sama sekali hak China untuk melakukannya, karena memang China berdaulat atas Hong Kong.

Dalam kondisi damai, China tidak akan melakukannya, bahkan bisa memperpanjang waktu 50 tahun berikutnya.

Karena dengan hukum khusus, Hong Kong itu sebenarnya juga berguna bagi China. China sendiri membuat zona-zona trade tersendiri dalam negaranya, sehingga setiap zona itu punya keleluasaan untuk melakukan pengembangan.

Apalagi Hong Kong, dimana perusahaan-perusahaan China listing di Bursa Saham Hongkong...!!

Tetapi kami yakin China tidak akan bisa mengakomodir kelakuan-kelakuan anarkis dari protester tersebut. Apalagi pejabat tinggi negara lain mondar mandir ke Hong Kong untuk membuat pertemuan dengan para aktivis dan menghasutnya.

Itu sudah keterlaluan sekali...!!

Dimana anggota-anggota Kongress Amerika yang hawkish mulai mengancam lagi. Jika Hong Kong bersikeras amandemen hukum ekstradisi, maka status khusus Hong Kong dalamm perdagangan dengan Amerika akan dicabut. Hong Kong akan dikenain tarif tinggi juga.

https://www.forbes.com/sites/kenrapoza/2019/06/13/ten-congressmen-introduce-bill-threatening-hong-kongs-special-trade-relationship-with-the-us/amp/?__twitter_impression=true

Jadi tadinya menghasut para aktivis, sekarang Amerika bersiap-siap dengan senjata tarif untuk menghantam Hong Kong, jika tidak mengindahkan kemauan para aktivis pendemo.

Semua itu paling ujung-ujungnya sanksi ekonomi terhadap Hong Kong. Lama-lama sanksi ekonomi melulu, tidak ada yang bisa dagang dengan Amerika lagi.

Anarkisme yang terjadi pada kerusuhan di Hong Kong itu berakibat negatif bagi masa depan Hing Kong. China akan melihat bahwa kebebasan yang diberikan ke Hong Kong itu bisa berakibat negatif, dan akan melihat ke arah lain.

Jika damai-damai aja, justru kemungkinan sistem Hong Kong akan diperpanjang sesudah 2047.

Dengan keterlibatan CIA dalam kasus Demo di Hong Kong maka pihak Kongress Amerika buru-buru menyorongkan lagi UU baru khusus untuk "demokratisasi" Hong Kong. Itulah Undang-Undang Amerika khusus untuk "Arab Spring" di Hong Kong. Hebat..!! Sekali bukan....!!! https://time.com/5607043/hong-kong-human-rights-democracy-act/

Add comment

Security code
Refresh